Pembuatan Vaksin Virus Corona Diperkirakan Butuh 3 Tahun

IAKMI mendesak pemerintah menggerakkan peneliti-peneliti di Indonesia sehingga vaksin corona bisa dibuat.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Mar 2020 21:37 WIB

Author

Lea Citra

Pembuatan Vaksin Virus Corona Diperkirakan Butuh 3 Tahun

Warga memegang brosur waspada virus corona di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara, Selasa (3/3/2020). (Foto: ANTARA/Rahmad)

KBR, Jakarta - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) memperkirakan butuh waktu sekitar tiga tahun dalam pembuatan vaksin virus corona.

Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan mengatakan ada banyak rangkaian penelitian dan uji coba membuat vaksin tersebut. Peneliti harus meneliti lebih lanjut penyebab, sumber, dan merumuskan vaksin penyakit COVID-19 corona.

"Untuk penemuan obat itu cukup lama. Yang saya tahu dari protokolnya saja harus tes rumusnya dulu, formulanya. Setelah formulanya dites, efektif nggak? Maka formulanya itu dites dulu, kemudian ada animal test. Tes dulu di in vitro, in vivo," kata Ede di Komplek Mikrobiogi UI Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Ede Surya Darmawan mengatakan, pemerintah harus menggerakkan peneliti-peneliti di Indonesia sehingga vaksin corona bisa dibuat.

Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi jangka panjang terkait perkembangan virus tersebut. Pemerintah harus mencegah penyebaran virus kedepannya.

Ede menilai, pemerintah belum maksimal dan fokus membuat vaksin virus COVID-19 corona.

"Memang kalau virus rada susah. Tapi di sisi lain. Ini harus dilakukan supaya ada proses pengembangan kemampuan kita menghadapi perubahan. Karena kedepan, bisa jadi berbagai virus baru akan muncul lagi. Dan saya pikir ini pelajaran berharga, bahwa kita bagian dari bangsa itu mesti bersatu," lanjut Ede.

Pengurus Pusat IAKMI Syahrizal Syarif menyebut sulit dan rumitnya membuat vaksin corona.

Menurutnya, harus ada tindakan serius dan bersatunya segala sektor pemerintah menangani virus corona. Syahrizal mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat sejak awal penyebaran virus corona penyebab COVID-19.

"Kita harus paham, virus itu ada 2 jenis. Ada yang RNA, ada yang DNA. Kalau virus DNA misalnya hepatitis begitu, mudah kita tangani. Dia dua rantai, relatif stabil dibandingkan virus ini adalah satu rantai RNA aja ya. Hanya ibaratnya itu rantai kehidupan. Dia adalah mesin replikasi, jadi ini selalu berubah-ubah. kita agak sulit mendapatkan vaksin dalam waktu yang cepat," kata Syahrizal.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cegah Corona, Prancis Perpanjang Lockdown

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18