Kemenperin: Indonesia Bisa Produksi APD 17 Juta Unit per Bulan

“Kami optimistis produksi APD bisa cepat diproduksi, karena kebutuhan bahan baku sudah tersedia. Pada akhir April 2020, diperkirakan 5-10 juta APD bisa didistribusikan.”

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Mar 2020 18:58 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kemenperin: Indonesia Bisa Produksi APD 17 Juta Unit per Bulan

Proses produksi APD di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menggandeng industri tekstil untuk memproduksi alat pelindung diri (APD). 

Kemenperin pun yakin kapasitas produksi APD dalam negeri bakal meningkat signifikan.

Optimisme ini disampaikan Muhammad Khayam, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, dalam siaran persnya, Selasa (31/3/2020). 

"Dalam kondisi normal atau ketika belum adanya wabah Covid-19, industri APD di dalam negeri memproduksi sebanyak 1 juta unit per bulan," kata Khayam.

“Dengan keterlibatan industri tekstil itu, kapasitas produksi APD kita bisa lebih dari 17 juta unit per bulan," katanya lagi.

Khayam memperkirakan tenaga medis Indonesia butuh sekitar 3-5 juta unit APD untuk penanganan Covid-19 sampai Mei 2020. Ia pun yakin kebutuhan itu akan terpenuhi.

“Kami optimistis produksi APD bisa cepat diproduksi, karena kebutuhan bahan baku sudah tersedia. Pada akhir April 2020, diperkirakan 5-10 juta APD bisa didistribusikan,” kata Khayam.

Ia mengungkapkan saat ini ada 28 produsen APD di Indonesia. Rincian APD yang akan diproduksi meliputi:

  • Pakaian
  • Tutup kepala
  • Masker
  • Handuk
  • Sarung tangan
  • Pelindung kaki
  • Pelindung tangan
  • Kacamata pelindung wajah (goggles)

"Dalam upaya memasok kebutuhan APD ini, Kemenperin terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan," kata Khayam.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Inggris Perpendek Masa Karantina Turis Asing

Menggunakan Sains Data untuk Atasi Kemacetan di Jakarta

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Beda Nasib Serapan Insentif Usaha di Progam Pemulihan Ekonomi Nasional