Kemenkes Keluarkan Edaran Isolasi Diri Hadapi Virus Corona

"Termasuk melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatannya riwayat kontak dengan pasien Covid-19, atau riwayat perjalanan dari negara/area transmisi lokal."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Mar 2020 23:43 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kemenkes Keluarkan Edaran Isolasi Diri Hadapi Virus Corona

Seorang siswa menjalani pemeriksaan suhu tubuh di SMP Al Bayan, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2020). (Foto: ANTARA/Fauzan)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan membuat Surat Edaran tentang protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam Surat Edaran mengimbau seluruh pimpinan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah agar menginstruksikan penerapan protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan Covid-19.

Misalnya, tidak pergi bekerja, ke sekolah atau ke ruang publik. Tujuannya menghindari penularan Covid-19 ke orang lain di masyarakat.

"Mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan kepada orang-orang di sekitar. Termasuk melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat tentang kondisi kesehatannya riwayat kontak dengan pasien Covid-19, atau riwayat perjalanan dari negara/area transmisi lokal, untuk dilakukan pemeriksaan sampel oleh petugas kesehatan," kata Terawan dalam keterangan tertulis yang diterima KBR, Selasa (17/3/2020).

Surat Edaran itu terutama ditujukan kepada orang yang sakit demam, batuk atau pilek, nyeri tenggorokan, atau gejala penyakit pernapasan lainnya namun tidak memiliki penyakit penyerta lainnya seperti diabetes penyakit jantung kanker penyakit paru kronik AIDS penyakit autoimun dan lain-lain.

Kepada mereka, Menteri Terawan meminta agar secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan tinggal di rumah dan tidak pergi sekolah atau ke tempat umum.

Surat edaran juga ditujukan bagi Orang Dalam Pemantauan atau (ODP) yang memiliki gejala demam atau masalah pernafasan dengan riwayat bepergian dari negara atau area transmisi lokal, dan/atau orang yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

Kepada ODP, Menteri Terawan mengharuskan mereka untuk isolasi diri selama 14 hari, hingga diketahuinya hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

Terawan menambahkan saat isolasi diri, mereka dianjurkan tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja dan ke ruang publik.

Selain itu, mereka dianjurkan menggunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga.

Jika memungkinkan, mereka dianjurkan menjaga jarak setidaknya satu meter dari anggota keluarga lain.

Selama menjalani isolasi diri, mereka juga dianjurkan selalu mengenakan masker. Selanjutnya melakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernafas.

Menteri Kesehatan juga menganjurkan warga menghindari pemakaian bersama peralatan makan dan seprai.

Mereka juga dianjurkan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta mengeringkan. Di samping itu juga menutup mulut ketika batuk atau bersin.

Menteri Kesehatan juga menganjurkan mereka memperbanyak berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.

Selain itu, selalu menjaga kebersihan rumah dengan cairan desinfektan.

Terakhir, menghubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk seperti sesak nafas untuk dirawat lebih lanjut.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas