Jubir Covid-19: Dua Pasien Sudah Negatif, Tapi Masih Diisolasi

Dua pasien negatif ini masih diisolasi hingga dua hari ke depan, untuk menunggu hasil pengecekan laboratorium tahap kedua.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Mar 2020 17:24 WIB

Author

Resky Novianto, Adi Ahdiat

Jubir Covid-19: Dua Pasien Sudah Negatif, Tapi Masih Diisolasi

Ilustrasi: Petugas medis menunjukkan ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Dr Slamet, Garut, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan saat ini dua pasien positif Covid-19 di Indonesia dinyatakan negatif.

Dua pasien itu adalah Pasien Nomor 06 (kru kapal Diamond Princess) dan Pasien Nomor 14 (pria usia 50-an tahun yang terinfeksi di luar negeri).

"Untuk kasus yang sudah kita laporkan dari (kasus) 01 sampai 19 ada beberapa hal yang membahagiakan kita, bahwa kasus 06, ini sudah masuk hari kelima, pemeriksaan sudah negatif," kata Yurianto di Media Center Covid-19, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

"Berikutnya, ada lagi satu (kasus 14) yang negatif juga, pada hari ketiga. Bahkan ini lebih cepat. Karena ternyata kontaknya minimal dan kondisi fisiknya bagus banget," lanjut dia.

Yurianto mengungkapkan kini kedua pasien yang 'sembuh' dari Covid-19 dalam kondisi sehat dan baik. Sudah tidak ditemukan keluhan yang berarti saat perawatan.

Hanya, meski sudah dinyatakan bebas dari virus, mereka masih diisolasi hingga dua hari ke depan untuk menunggu hasil pengecekan laboratorium tahap kedua.

"Apabila kembali dinyatakan negatif, maka kedua pasien bisa meninggalkan rumah sakit dan kembali kepada keluarganya," jelas Yurianto.


Tengok Juga:


Tangkal Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas

Juru bicara Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan upaya penyembuhan pasien Covid-19 di Indonesia berfokus pada peningkatan daya tahan tubuh.

"Obat kami supporting, kami fokus untuk tingkatkan daya tahan tubuh agar status imunitas naik, dan ini yang jadi modal kita," kata Yurianto. 

"Sampai hari ini secara drag of choice belum ada (obatnya). Jadi (obat) masih menyesuaikan gejala yang muncul, disamping suportif untuk memperbaiki kondisi seperti umumnya," lanjut dia.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11