Imbas Corona, Penumpang Angkutan Jarak Jauh Berkurang Hingga 60 Persen

Penurunan ini merupakan dampak dari adanya imbauan di rumah saja oleh pemerintah.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Mar 2020 20:17 WIB

Author

Lea Citra

Imbas Corona, Penumpang Angkutan Jarak Jauh Berkurang Hingga 60 Persen

Petugas Dinas Perhubungan menyemprotkan disifektan pada angkutan umum bus di kantor Dinas Perhubungan, Solo, Jawa Tengah. (Foto: Mohammad Ayudha)

KBR, Jakarta- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan jumlah penumpang perjalanan jarak jauh berkurang 50 sampai 60 persen akibat pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, penurunan ini merupakan dampak dari adanya imbauan di rumah saja oleh pemerintah. 

"Paling hanya mengurangi-mengurangi kapasitas saja. Kita sudah mengimbau kepada operator, jadi untuk setiap bus itu jangan diisi dengan full gitu. Atau ada jarak dalam situ, antarpenumpang. Wah bermacam-macam, kalo PO-PO bilang sekitar 50 persen, ada yang 60 persen. Tapi sudah turun cukup banyak. Nah kalau kemarin, saya dapat informasi dari salah satu operator di Jakarta. Turunnya sangat drastis sekali antara 30 persen, 25 persen dari yang normal," kata Budi kepada KBR, Selasa (24/3/2020)

Budi Setiyadi mengatakan, saat ini bus-bus atau angkutan jarak jauh juga akan menerapkan aturan pembatasan fisik dengan mengosongkan beberapa bangku di angkutan umum jarak jauh. 

"Semua operator sudah kita arahkan, sudah kita data. Adanya penyemprotan disinfektan kepada kendaraan-kendaraan, termasuk kapal penyeberangan. Kemudian untuk menyiapkan juga, termasuk hand sanitizer. Kemudian jarak di dalam kendaraan itu, antara orang itu minimal ya. Makanya saya katakan jangan sampai diisi penuh, jadi satu kendaraan paling dikit separuhnya. Sehingga jarak antara orang itu bisa sekitar 1 meter di dalam suatu kendaraan itu," ujarnya. 


Editor: Friska Kalia

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Instagram Perketat Aturan Soal Iklan

Kabar Baru Jam 7

Menakar Tawaran Pembangkangan Sipil terhadap Undang-undang Cipta Kerja

Masa Depan Anak Broken Home

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis