IAKMI: Tenaga Medis Terancam Berkurang, Pemerintah Harus Gerak Cepat

"Kurang diperhatikannnya kesehatan dan keselamatan tenaga medis akan berpengaruh pada lambannya penanganan kasus Covid-19. Sebab jumlah tenaga medis terancam berkurang,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 23 Mar 2020 12:58 WIB

Author

Lea Citra, Adi Ahdiat

IAKMI: Tenaga Medis Terancam Berkurang, Pemerintah Harus Gerak Cepat

Peningkatan PDP Covid-19 membuat RSUD Soesilo, Tegal, kekurangan APD hingga petugas medis terpaksa menggunakan jas hujan, Rabu (18/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengkhawatirkan kondisi tenaga medis yang bertugas menangani wabah Covid-19.

Masalahnya, menurut Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan, saat ini masih banyak tenaga medis kekurangan alat pelindung diri (APD).

"Kita kurang antisipatif, maka kadang-kadang, mohon maaf, sedih banget. Ada beberapa yang men-share foto, mereka pakai pakaian (APD) sedih sekali dengan jas hujan yang di pinggir jalan Rp15.000 satu set itu. Itu kan menyedihkan," kata Ede saat dihubungi KBR, Senin (23/3/2020).

"Ini posisi yang tidak boleh berlanjut, harus segera ada upaya penanganan. Kita setujui bahwa memang mungkin kurang antisipatif di sini (soal APD). Kita harus sadari itu dan harus segera lakukan perbaikan. Sekarang kan (koordinasi penanganan Covid-19) sudah di BNPB. Artinya apa? Gerak cepatnya kita tunggu," lanjut Ede.

Sampai Senin (23/2/2020), situs Kementerian Kesehatan belum mengumumkan data soal jumlah petugas medis yang terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19.

Tapi menurut laporan Antara, Senin (23/2/2020), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah mengumumkan ada lima dokter di Indonesia meninggal akibat Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga melaporkan pada Jumat (20/3/2020) sudah ada 25 petugas medis di Jakarta terinfeksi Covid-19, satu orang di antaranya meninggal.


Berita Terkait: PPNI: Petugas Medis Indonesia Butuh Jutaan Alat Pelindung Diri


Standar APD untuk Covid-19 Lebih Tinggi dari APD Biasa

Ketua Umum IAKMI Ede Surya Darmawan merinci jenis APD yang diperlukan tenaga medis dalam menghadapi Covid-19.

"Maskernya N95 yang kerapatannya itu 90 persen. Yang kedua, sarung tangan atau hand spoon yang terbuat dari karet. Itu harus, itu yang minimal. Tapi kalau untuk Covid-19, maka standarnya naik," jelas Ede.

"Pakaian medisnya itu jadi total proteksinya. Yang pertama memang ada seragam khusus, yang menutupi seluruh tubuhnya. Yang kedua, dia juga diproteksi dengan lapisan plastik di depannya," jelasnya lagi.

Di samping APD berkualitas baik, Ede menegaskan tenaga medis memerlukan istirahat cukup, asupan gizi, dan vitamin untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.

"Kurang diperhatikannya kesehatan dan keselamatan tenaga medis akan berpengaruh pada lambannya penanganan kasus Covid-19. Sebab jumlah tenaga medis terancam berkurang," jelas Ede.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Gubernur Jakarta Usulkan Ojek Daring Tetap Boleh Layani Penumpang Selama PSBB

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15