Demi Tambah Ruang Isolasi COVID, RSPI Tolak Pasien Rawat Inap

"Kita tidak lagi menerima pasien rawat inap. Rawat inap yang ada kita rujuk ke rumah sakit lain. Tetapi kita masih melayani rawat jalan."

BERITA | NASIONAL

Senin, 16 Mar 2020 23:03 WIB

Author

Lea Citra

Demi Tambah Ruang Isolasi COVID, RSPI Tolak Pasien Rawat Inap

Petugas bergegas ke mobil ambulans di dekat ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta - RSPI Sulianti Saroso mengakui menolak pasien rawat inap demi rencana perluasan ruang isolasi pasien Covid-19.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menargetkan tambahan 90 tempat tidur bagi pasein Covid-19.

Namun ia mengatakan, ke depannya satu ruangan akan diisi 2 orang pasein. Sampai saat ini satu ruang isolasi hanya diisi satu orang.

"Jadi betul, jadi RSPI salah satu rumah sakit rujukan nasional infeksi ini. Karena adanya eskalasi ini, maka kita memperluas ruang isolasi ini. Besok kita sudah menambah 15 tempat tidur, dan untuk itu maka kita tidak lagi menerima pasien rawat inap. Rawat inap yang ada kita rujuk ke rumah sakit lain. Tetapi kita masih melayani rawat jalan," kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Senin (16/3/2020).

Syahril mengatakan, rawat jalan bagi pasein HIV/AIDS atau orang yang tergigit anjing rabies akan tetap dilakukan di rumah sakit ini.

Namun saat ini takkan ada rawat inap untuk sementara waktu.

Hal ini menyusul penambahan pasien Covid-19 yang masuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Syahril mengatakan, pasien 23 dan 27  tinggal menunggu hasil dan bakal pulang.

"Jadi pasien ODP total, ada 981. Pasien yang total telah dirawat di RSPI ini adalah 48 orang, sampai dengan hari ini. Ada 33 orang yang PDP, confirm 12, meninggal tiga. Sampai hari ini yang dirawat ada 11 orang. Tiga  diantaranya PDP, menunggu hasil. Dan delapan orang sudah confirm. Berarti ada 8 orang disini," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Menyoal Penerapan Mini Lockdown

Kabar Baru Jam 8

Pelanggaran KKB Meningkat Jelang Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin

Menanti Terobosan Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi