Covid-19 Meluas, Indonesia Tunda Promosi Pariwisata

“Kita sudah putuskan untuk menunda promosi dan insentif mendatangkan wisatawan mancanegara," kata Menparekraf Wishnutama.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 05 Mar 2020 16:06 WIB

Author

Adi Ahdiat

Covid-19 Meluas, Indonesia Tunda Promosi Pariwisata

Peta penyebaran Covid-19. Sampai Kamis siang (5/3/2020) virus ini sudah menyebar ke 79 negara. (WHO)

KBR, Jakarta - Pemerintah menunda rencana promosi wisata ke pasar mancanegara. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio.

“Kita sudah putuskan untuk menunda promosi dan insentif mendatangkan wisatawan mancanegara di negara-negara yang saat ini terkena dampak virus Corona, seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, dan lain-lain,” ujar Wishnutama dalam siaran persnya, Kamis (5/3/2020).

“Hal ini tidak hanya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, tapi juga kondusifitas ekosistem pariwisata Indonesia secara menyeluruh,” lanjut dia.


Covid-19 Sudah Menyebar ke 79 Negara

Pekan lalu pemerintah sudah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp298,5 miliar untuk menggenjot promosi wisata dan mendatangkan turis dari kawasan Australia, Timur Tengah, Amerika, Eropa, dan Asia, demi menutup hilangnya kunjungan dari turis Cina.

Namun, rencana itu kini ditangguhkan karena sepekan belakangan wabah Covid-19 kian meluas.

Menurut data WHO, sampai Kamis siang (5/3/2020) kasus Covid-19 sudah muncul di 79 negara. Selain Cina, negara-negara yang mengalami peningkatan penyebaran virus hingga menembus seratus kasus adalah:

  • Korea Selatan: 5.766 kasus
  • Italia: 3.089 kasus
  • Iran: 2.922 kasus
  • Jepang: 320 kasus
  • Prancis: 285 kasus
  • Jerman: 262 kasus
  • Spanyol: 200 kasus
  • Amerika Serikat: 129 kasus
  • Singapura: 110 kasus


Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 15