Covid-19 Jadi Pandemi, Pemerintah Siapkan Pedoman Rinci Penanggulangan untuk Masyarakat

"Misalnya, di bidang transportasi umum, lebih jelas lagi terus ke bawah. Apa yang harus dilakukan oleh pengusaha bus, atau kereta, kapal feri, dan sebagainya."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mar 2020 23:25 WIB

Author

Heru Haetami, Dwi Reinjani

Covid-19 Jadi Pandemi, Pemerintah Siapkan Pedoman Rinci Penanggulangan untuk Masyarakat

Siswa SD membersihkan tangan dengan hand sanitizer di Serang, Banten, Rabu (11/3/2020). (Foto: ANTARA/Weli Ayu)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan menyusun pedoman penanggulangan Covid-19 pasca penetapan status pandemik global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Juru bicara pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan saat ini sudah ada pedoman milik Kantor Staf Presiden (KSP).

Pedoman itu akan dijadikan rujukan pembuatan pedoman antisipasi bagi Kementerian dan Lembaga lainnya. Yuri mencontohkan edaran yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada sekolah-sekolah untuk mengatasi penyebaran virus corona.

"Tinggal berikutanya adalah membuat sesuatu yang lebih detail. Kita intenskan lagi. Kalau kemarin kita buat di KSP, maka berikutnya kita buat bersama kementerian lembaga. Kalau bisa pedoman seperti yang sudah dikeluarkan Kemendikbud," jelas Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan (12/3/2020).

Menurut Yuri, pedoman dari KSP nanti diterjemahkan lebih detail oleh masing-masing kementerian, dan ditujukan kepada instansi yang berada di bawahnya.

"Harapan saya di bidang komunikasi juga begitu, di bidang transportasi umum juga begitu, lebih jelas lagi terus ke bawah. Misalnya, apa yang harus dilakukan oleh pengusaha bus, atau kereta, kapal feri, dan sebagainya. Ini semuanya akan masuk. Ini drafnya sudah ada," kata Yurianto.

Pasien baru?

Achmad Yurianto juga menyampaikan ada kemungkinan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 akan bertambah.

Ia mengisyaratkan ada 12 pasien yang masih dalam perawatan. Namun dia belum memastikan status resminya, karena masih ada serangkaian pengecekan yang harus dilakukan.

"Pasien baru saya katakan ada 12 yang betul-betul kita.. Pokoknya sebentar lagi akan kita umumkan ini. Karena kita tidak mau mengumumkan hanya dengan satu metode PCR. Sekarang saya masih belum menyatakan itu. Tapi betul-betul kita awasi ini. Yang penting orangnya ada di Rumah Sakit dan sudah kita isolasi," katanya.


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17