Covid-19, Pemerintah Rencanakan Pemeriksaan Massal

"Sekarang petugasnya sedang ada di Litbang untuk training, kemudian bisa melaksanakan di BBTKLPP dan itu tersebar di Indonesia.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mar 2020 10:38 WIB

Author

Dwi Reinjani

Covid-19, Pemerintah Rencanakan Pemeriksaan Massal

Ilustrasi: Pemeriksaan suhu tubuh terhadap wartawan di Istana Merdeka, Kamis (12/03). (Foto: KBR/Dwi)

KBR, Jakarta-  Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum bisa membuat reagen atau reaktan sendiri. Reagen dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan PCR pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

“Tadi sudah saya sampaikan kita sudah masuk 10 ribu lagi kit (reagen). Unair itu juga ngambilnya sama dengan kita ya, bisa melakukan (pemeriksaan PCR) tapi bikin reagen sendiri belum.” Ujar Yuri di kantor presiden, Rabu (11/03/2020).

Kata dia, untuk melakukan pemeriksaan PCR pada spesimen bisa dilakukan Balitbang Kementerian Kesehatan, dan Universitas Airlangga, Surabaya.

Hanya saja menurut sampai saat ini, Balitbang Kementerian kesehatan masih mampu menangani pemeriksaan spesimen sendiri. Karena dalam sehari Balitbang mampu memeriksa hingga 1700 sampel spesimen per hari. Namun Yuri mengatakan pemerintah tengah merencanakan pembuatan pengecekan massal di beberapa wilayah.
“Sudah merencanakan untuk melaksanakan pemeriksaan tersebar di  Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP). Sekarang petugasnya sedang ada di Litbang untuk training, kemudian bisa melaksanakan di BBTKLPP dan itu tersebar di Indonesia.” Ujar Yuri.

Pemerintah setidaknya telah memeriksa 736 spesimen. Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, spesimen ini diambil dari para pasien positif corona, suspect dan pasien dalam pengawasan (PDP).

 "Spesimen yang kita periksa total sampai dengan tadi pagi itu 736 totalnya. Tentunya enggak semuanya positif, tetapi itu yang sudah kita periksa,” ujar Yuri di kantor presiden, Rabu (11/03/2020).

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada pasien dari 63 rumah sakit di 25 provinsi.
Metode yang digunakan dalam memeriksa spesimen adalah Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR merupakan metode yang lebih cepat untuk mengetahui apakah terkandung virus di dalam spesimen dari pasien yang dikategorikan sebagai suspect.

Satu metode tes lainnya adalah genome sequencing. Cara ini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menyelesaikan penelitiannya.
Metode ini disebut lebih lama karena dalam pemeriksaannya bukan hanya virus corona saja yang bisa dideteksi. Namun dalam satu spesimen dapat ditemukan virus lain.


Editor: Rony Sitanggang

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Italia, Seperti Apa Karantina Wilayah yang Efektif?

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18