Cegah Covid-19, Gubernur Sumut Siapkan Tes Cepat bagi Ribuan TKI Mudik

"Sudah kita siapkan khususnya (TKI) dari negeri jiran Malaysia. Kita tahu 4.646 TKI saat ini melalui pintu-pintu tikus."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Mar 2020 11:04 WIB

Author

Anugrah Andriansyah

Cegah Covid-19, Gubernur Sumut Siapkan Tes Cepat bagi Ribuan TKI Mudik

Petugas mengarahkan TKI dari Malaysia di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, Riau, Senin (30/3). (Antara/Aswaddy)

KBR, Jakarta- Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi memperkirakan ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sumut yang bekerja di negara tetangga akan mudik usai pemerintah Malaysia menerapkan lockdown hingga 14 April 2020. Edy menyebut sudah ada lima kabupaten di Sumut yang telah menyiapkan alat tes cepat untuk TKI dari Malaysia. 


"Sudah kita siapkan khususnya (TKI) dari negeri jiran Malaysia. Kita tahu 4.646 TKI saat ini melalui pintu-pintu tikus. Ada lima kabupaten yang sudah kami siapkan dan kita fasilitasi dengan rapid test. Kita lakukan tes awal kepada saudara-saudara yang bekerja di luar (Malaysia)," kata Edy di Medan, Selasa (31/3/2020). 


Lanjut bekas Ketua Umum PSSI itu, apabila ada TKI yang dicurigai mengalami gelaja virus corona bakal menjalani isolasi. Saat ini belum ada ditemukan TKI yang kembali dari Malaysia terinfeksi virus corona. 


Sementara itu Edy meminta agar masyarakat di Sumut tetap mematuhi imbauan dari pemerintah setempat terkait dengan pencegahan virus corona. Terutama menjalani penjarakan fisik di tengah wabah corona. 


"Kalau harus keluar lakukan tadi ya jauhi keramaian, menjaga kebersihan membersihkan tangan. Lalu, membersihkan pakaian sebelum kumpul kembali kepada keluarga. Lakukan ini, kalau kita bersama-sama, mampu kita mengatasi wabah yang mengerikan ini," tutup Edy. 


Status ODP

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menegaskan warga negara indonesia (WNI) dari luar negeri yang pulang ke tanah air akan berstatus orang dalam pemantauan atau (ODP), meskipun kondisinya sehat. Hal itu juga berlaku kepada warga negara asing (WNA) yang masuk tanah air.

Jokowi mengatakan, protokol kesehatan itu  diterapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, seperti bandara, pelabuhan, maupun pos lintas batas (PLB) juga diinstruksikan agar lebih ketat dan mendetail.

"Protokol kesehatan harus terus ketat dilakukan baik di airport, di pelabuhan dan pos lintas batas (PLB). Kemudian mungkin bagi yang tidak ada gejala, bisa dipulangkan ke daerah masing-masing tapi statusnya ODP. Jadi setelah sampai di daerah betul-betul kita harus menjalankan protokol isolasi secara mandiri dengan penuh disiplin,"ucap Jokowi saat telewicara video di Kanal Setpres RI, Selasa (31/3/2020).

Jokowi mengatakan pemerintah memegang prinsip utama untuk melindungi kesehatan WNI yang kembali dan melindungi kesehatan masyarakat yang berada di tanah air. Jokowi berkata, tak sedikit kasus-kasus Covid-19 yang dibawa dari luar negeri. Karena itu, opsi prioritas saat ini bukan hanya mengendalikan arus mobilitas orang antarwilayah di dalam negeri, namun juga mobilitas antarnegara yang berisiko membawa imported cases.


Editor:  Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Video Persembahan Jemaat Katolik untuk Umat Islam di Hari Lebaran

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi