Antisipasi Corona, Imigrasi Tolak 126 WNA Masuk ke Indonesia

WNA ditolak karena memiliki rekam jejak perjalanan ke sejumlah kota di negara yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mar 2020 21:32 WIB

Author

Dwi Reinjani

Antisipasi Corona, Imigrasi Tolak 126 WNA Masuk ke Indonesia

Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan thermal scanner di Terminal Penumpang Kapal Pesiar Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu (8/3/20). Antara Foto/ Fikri

KBR, Jakarta- Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham menolak 126 warga negara asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia sejak 6 Februari hingga 10 Maret.

Mereka ditolak karena memiliki rekam jejak perjalanan ke sejumlah kota di negara yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

Penolakan ini dilakukan di enam pintu masuk bandara dan pelabuhan yang ada di Bali, Jakarta, Medan, Surabaya serta Batam.

Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting menjelaskan, penolakan terbanyak terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

“Total penolakan kalau kita rekap Ngurah Rai 89, Soekarno Hatta 22, Kualanamu 7, Juanda 5, Batam 1 dan Batam Center 2,” ujar Jhoni, di kantor Presiden, Kamis (12/03/2020).

Jhoni Ginting menyebut ratusan WNA yang ditolak di antaranya berkewarganegaraan Amerika Srikat, Inggris, Mesir, Rusia, Brasil hingga Malaysia.

Adapun penolakan tersebut dilakukan berdasarkan peraturan menteri (permen) nomor 7 tahun 2020 terkait pemberhentian visa dan izin tinggal.

Aturan berisi larangan masuk dan transit ke Indonesia bagi para pendatang/travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di Kota Tehran, Qom, Gilan (Iran); Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont (Italia); Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do (Korea Selatan) dan Tiongkok.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 15