Jelang Debat Ketiga, Media Nasional Siap-siap Kolaborasi Cek Fakta

Debat Pilpres ronde tiga digelar hari Minggu besok. Demi mengawal acara tersebut, tim gabungan media nasional akan menggelar Live Fact-Checking di kantor Google Indonesia.

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL

Senin, 11 Mar 2019 14:47 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jelang Debat Ketiga, Media Nasional Siap-siap Kolaborasi Cek Fakta

Ruang kolaborasi cekfakta pada debat pilpres kedua, di Jakarta, Minggu (17/2/2019). (Foto: KBR/Citra DP)

Debat pemilu presiden 2019 ronde tiga akan digelar tanggal 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

Debat kali ini akan menghadapkan para Cawapres, yakni Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, untuk beradu gagasan seputar pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan.

Demi mengawal acara tersebut, 24 media akan kembali menggelar Presidential Debate Live Fact-Checking atau cek fakta secara langsung pada hari Minggu (17/3/2019) di kantor Google Indonesia, Jakarta.


Baca Juga:

(CEKFAKTA) Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tidak Tumbuh, Ini Kata Bank Dunia 

(CEKFAKTA) Jokowi Klaim Hampir Tidak Ada Konflik Terkait Infrastruktur, Apa Betul? 


Tim Cek Fakta: Sempat Jadi Korban Peretasan

Presidential Debate Live Fact-Checking pertama kali digelar dalam Debat Capres kedua (17/2/2019) yang mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Selama debat berlangsung puluhan jurnalis, aktivis dan peneliti berkumpul di kantor Google Indonesia, Jakarta. Tim gabungan ini berkolaborasi menguji kebenaran pernyataan para Capres yang muncul dalam debat.

Kegiatan ini digelar atas inisiatif Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), dan bekerja sama dengan Google News Initiative Indonesia.

Tapi sayangnya, dua hari setelah Debat Capres kedua berlangsung, situs Cekfakta.com sempat menjadi korban peretasan.

Situs yang menyajikan hasil cek fakta Debat Capres ini dibobol dan dialihkan ke akun Youtube berisi video lelucon hantu.

Tim Cek Fakta kemudian melakukan pemulihan situs selama beberapa hari, dan kini situs Cekfakta.com sudah kembali berfungsi normal.


Baca Juga:

Peneliti: Debat Capres Kedua Mengecewakan, Minim Bahasan dan Miskin Solusi 

Usai Cek Fakta Debat Capres, Situs Cekfakta.com Diretas Jadi Hantu 


Persiapan Cek Fakta Debat Ketiga

Untuk mempersiapkan cek fakta debat ketiga, perwakilan dari AJI, AMSI, Mafindo dan sejumlah media nasional telah mengadakan pertemuan di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, pada Jumat lalu (8/3/2019).

Pertemuan tersebut membahas soal standar pemilihan klaim, standar verifikasi, mekanisme quality control, dan lain-lainnya yang terkait proses pengecekan fakta.

Adapun tim pakar untuk cek fakta kali ini akan didatangkan dari sejumlah organisasi profesi, lembaga riset, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan.


Baca Juga:

(CEKFAKTA) Jokowi Sebut Kebakaran Lahan Gambut Tidak Terjadi Lagi, Apa Faktanya?  

(CEKFAKTA) Jokowi Klaim Blok Rokan dan Mahakam Dikelola Indonesia, Ini Faktanya  

(CEKFAKTA) Jokowi Sebut Penggunaan Energi Fosil Semakin Dikurangi, Benarkah? 

(CEKFAKTA) Jokowi Klaim 4 Tahun Ini Impor Jagung Turun Hingga 3,3 Juta Ton 

(CEKFAKTA) Jokowi Klaim Sudah Kucurkan 187 Triliun Dana Desa 

(CEKFAKTA) Prabowo Khawatir Startup Level Unicorn Larikan Uang RI ke LN, Apa Benar? 

 

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.