Share This

Temui Jokowi, Pemain Bola Egy Maulana Janji Selalu Siap Dipanggil Timnas

"Orang bilang saya akan pindah negara, saya pastikan tidak bakal. Saya 100 persen Indonesia,"

BERITA , NASIONAL

Jumat, 23 Mar 2018 13:05 WIB

Pesepak bola U19 Egy Maulana Vikri (kiri) didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meninggalkan Istana Merdeka usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Jumat (23/3). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri berjanji akan selalu siap bermain untuk Tim Nasional, meski dia telah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan klub Polandia Lechia Gdansk. Janji itu Egy katakan saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. S

Egy juga berjanji akan bermain sebaik-baiknya di Polandia, dan membuat Indonesia bangga.

"Pasti saya mau main bisa lebih bagus, lebih baik ke depannya, dan bisa buat Indonesia bangga. Dan ingin ini seperti menjadi pintu awal pertama masuk supaya adik-adik, atau pemain lain bisa meneruskan jejak saya. (Ada pesan dari jokowi untuk membela Timnas?) Bukan siap itu, tapi wajib. Kalau Timnas memanggil, tidak mungkin tidak mau. Akan selalu membela. Orang bilang saya akan pindah negara, saya pastikan tidak bakal. Saya 100 persen Indonesia," kata Egy di komplek Istana Kepresidenan, Jumat (23/03/2018).

Egy mengatakan, Jokowi mendukungnya untuk bermain di klub Polandia, dan berpesan agar terus belajar. Selain itu, Jokowi juga ingin agar jejak karier Egy yang menjadi pemain Indonesia pertama di klub Eropa, bisa diikuti pemain lain.

Menurut Egy, dia sudah berusaha keras sebelum dikontrak klub sepak bola di Eropa. Egy menyelesaikan pendidikan di Sekolah Olah Raga Ragunan, sebelum akhirnya dipanggil untuk bergabung di Timnas. Namun, Egy tak menjelaskan alasannya berpindah klub ke Polandia.

Kedatangan Egy di istana tersebut atas undangan Jokowi. Dengan berpakaian batik hijau, ia tiba di istana sekitar pukul 09.30 didampingi Menteri Olahraga Imam Nahrawi. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.