Pemerintah Cari Pulau Kosong untuk Tangani Penyakit Menular

Saat ini, kata Mahfud, pemerintah masih mencari pulau yang cocok untuk dijadikan lokasi khusus tersebut.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 06 Feb 2020 16:30 WIB

Author

Astri Septiani

Pemerintah Cari Pulau Kosong untuk Tangani Penyakit Menular

Menkes Terawan Agus Putranto (kiri) dan Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) beri keterangan pers terkait Virus Corona (4/2/2020). (Foto: ANTARA/RivanAwalLingga)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, pemerintah bakal membahas wacana untuk mencari satu pulau guna dijadikan lokasi khusus menangani kasus-kasus penyakit menular. 

Saat ini, kata Mahfud, pemerintah masih mencari pulau yang cocok untuk dijadikan lokasi khusus tersebut. 

"Nanti akan segera dirapatkan. Kita akan cari satu tempat kosong. Pulau tentu kita punya masih banyak, ribuan pulau yang masih kosong. Itu rencananya akan dipilih satu khusus untuk rumah sakit, bukan hanya Corona. Nanti presiden minta yang jangka panjang disiapkan rumah sakit khusus yang menangani virus-virus menular. Kalau suatu saat ada, di situ pusat rehabilitasi, pusat penanganannya. Nah pulaunya ini masih dicari," kata Mahfud di Kantor Staf Presiden (6/2/2020).

Dikatakan Mahfud, hingga saat ini di Indonesia masih nihil kasus positif terinfeksi Virus Corona Wuhan. Bahkan menurutnya lagi, 200-an warga negara Indonesia yang sudah dievakuasi dari China dan sedang menjalani observasi selama 14 hari di Pulau Natuna, juga dinyatakan dalam kondisi sehat.

"Tidak mungkin kita membawa (pulang) orang terkena Virus Corona, karena (prosedur di) China pun enggak boleh membawa keluar (orang yang sakit). Jadi yang sedang diobservasi di Natuna itu orang sehat semua. Cuma memang harus ikut prosedur internasional, yaitu keluar dari China harus menjalani 14 hari isolasi dan observasi dulu," pungkasnya.

Informasi Virus Corona Satu Pintu

Sementara itu, Pemerintah menegaskan, informasi terkait Virus Corona mulai Kamis (6/2/2020) ini akan disampaikan melalui satu pintu yaitu Kantor Staf Presiden (KSP). 

Kepala KSP Moeldoko mengatakan, hal itu untuk memudahkan pemutakhiran dan menghindari simpang siur informasi.

"Tujuannya kita bersepakat menentukan di KSP ini sebagai tempat posko atau tempat dimana pusat informasi dan komunikasi terhadap penanganan dampak Corona dilaksanakan. Komposisinya terdiri dari kementerian dan lembaga yang pada dasarnya data dan informasi akan dihimpun di sini semuanya. Selanjutnya secara update akan kita beritahukan publik terhadap hal-hal yang menonjol dan perlu disampaikan," kata Moeldoko di kantor KSP (6/2/2020).

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate menyatakan, ada 63 hoaks atau berita bohong terkait Virus Corona. Jumlah hoaks per hari ini memang bertambah, tapi kata Johnny, lajunya melambat. 

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 19