Pemerintah Akan Roadshow Sosialiasi RUU Cipta Kerja

"Silakan semua memberikan masukan, mengkritisi, nanti akan kami record dan itu yang akan jadi bahan untuk diskusi dengan DPR," kata Sekretaris Kemenko Perekonomian.

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Feb 2020 18:38 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Pemerintah Akan Roadshow Sosialiasi RUU Cipta Kerja

Mahasiswa menggelar aksi menolak omnibus law di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan mengadakan kunjungan keliling atau roadshow ke sejumlah daerah untuk mensosialisasikan RUU Cipta Kerja.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, roadshow ini dilakukan untuk memberi penjelasan ke masyarakat mengenai isi RUU Cipta Kerja, sekaligus untuk menyerap aspirasi dan masukan.

"Jadi ini betul-betul terbuka, kita bahas semua. Namun di dalam prosesnya agak berbeda dengan beberapa pembahasan undang-undang lain karena begitu besarnya undang-undang yang terdampak, cakupan sektor ekonomi ada di situ, jadi ini besar sekali. Sehingga pasti ada upaya yang lebih terstruktur bagaimana menyerap aspirasi, dan juga nanti kita membahas dengan parlemen," kata Susiwijono saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Susiwijono mengaku sudah menyiapkan bahan sosialisasi dan paparan untuk roadshow RUU Cipta Kerja.

Ia juga mengklaim sudah menyiapkan sesi tanya jawab terkait isu-isu yang disorot publik belakangan ini.

"Silakan semua memberikan masukan, mengkritisi, nanti akan kami record dan itu yang akan jadi bahan untuk diskusi dengan DPR," katanya.

Susiwijono tak merinci daerah mana saja yang akan menjadi target sosialisasi. Namun, katanya pemerintah akan fokus ke daerah dengan jumlah perusahaan, pekerja, dan investor yang banyak.

Pihak Kemenko Perekonomian menargetkan roadshow bisa dimulai pada pekan ini. Namun, Menteri Airlangga Hartarto masih menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Italia, Seperti Apa Karantina Wilayah yang Efektif?

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18