Nasib Ratusan WNI Eks-ISIS di Kamp Pengungsian, Mahfud: Biarin Saja

"Kalau kamu jadi pemerintah mau diapain kira-kira? Jadi biarin saja tidak usah dipulangkan,”

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Feb 2020 11:58 WIB

Author

Dwi Reinjani

Nasib Ratusan WNI Eks-ISIS di Kamp Pengungsian, Mahfud: Biarin Saja

Aktivis yang tergabung dalam Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). (Antara/Andreas)

KBR, Jakarta -  Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan pemerintah akan membiarkan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) ex ISIS di kamp pengungsian. Kata Mahfud, tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka.

Mahfud mengatakan pemerintah tidak pernah mendapat informasi langsung terkait permintaan pulang dari mereka.

“(Jadi  dibiarkan saja?) Iya merekakan tidak lapor. Hanya ditemukan oleh orang luar, yang menemukan kan CIA, ICRP, ini ada orang Indonesia. Kita juga tidak tahu, apakah paspornya sudah dibakar terus mau diapain? Kalau kamu jadi pemerintah mau diapain kira-kira? Jadi biarin saja tidak usah dipulangkan,” ujar Mahfud, di kantornya, Rabu (12/02/2020).

Mahfud mengatakan, selama ini pemerintah hanya menghimpun data dari beberapa organisasi seperti CIA, ICRP dan Palang Merah Internasional. Hal itu terjadi lantaran, para pengungsi tersebut menghindar saat perwakilan Indonesia mencari informasi langsung kepada mereka.

“Mereka tidak menampakan diri, paspornya dibakar itukan hanya laporan. Lalu ada isu-isu mereka ingin pulang, siapa? Tidak ada. (Artinya minta pulang tapi menutup diri?) Minta pulang ke siapa? Itu laporan,” Ujar Mahfud.

Terkait desakan pemulangan anak-anak, Mahfud juga mengatakan tidak pernah ada permintaan itu. Kata dia, pemerintah hanya mendapat laporan dari pihak luar.

Kata Mahfud, jika memang benar ingin dipulangkan, dia mempersilakan melapor secara langsung kepada pemerintah. Dia mengatakan dari laporan otoritas ada 5 daftar anak yang diterima, tanpa memiliki paspor.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sudah pernah dikirim untuk mendata secara langsung, namun mereka kesukitan menemukan mereka. Data tersebut didapat dari otoritas setempat.

Menurut data Central Intelligence Agency (CIA) yang didapat pemerintah, jumlah ex-combatan ISIS adalah 689 orang dengan 228 teridentifikasi dan 400-an tidak teridentifikasi. Sedangkan data Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) hanya berjumlah 185 orang.

Memahami Putusan Pemerintah

Bekas pengikut ISIS Febri Ramdani mengatakan, pemerintah lebih tahu keputusan yang terbaik tentang dipulangkan atau tidaknya ratusan WNI eks ISIS kembali ke tanah air.

"Pemerintah yang lebih tahu bagaimana baiknya apa solusi yang terbaik bagi mereka, mudah-mudahan dengan hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua," kata Febri Ramdani, usai kegiatan bedah buku pengalamannya menjadi pengikut ISIS, di Jakarta, Selasa.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Italia, Seperti Apa Karantina Wilayah yang Efektif?

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18