Mulai Maret 2020, Tiket Pesawat Diskon Hingga 50 Persen

Pemerintah memberi diskon tiket pesawat ke 10 destinasi wisata dalam negeri, yang sepi kunjungan akibat wabah COVID-19.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 26 Feb 2020 15:38 WIB

Author

Valda Kustarini, Adi Ahdiat

Mulai Maret 2020, Tiket Pesawat Diskon Hingga 50 Persen

Ilustrasi: Diskon tiket pesawat untuk menggenjot sektor pariwisata. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah memberi diskon tiket pesawat ke 10 destinasi wisata dalam negeri, yang sepi kunjungan akibat wabah COVID-19 di berbagai negara. Rincian destinasinya adalah:

  1. Batam
  2. Denpasar
  3. Yogyakarta
  4. Labuan Bajo
  5. Lombok
  6. Malang
  7. Manado
  8. Silangit
  9. Tanjung Pandan
  10. Tanjung Pinang

"Kita memang ingin, mulai 1 Maret, April, Mei 2020 itu dunia penerbangan mendapatkan suatu insentif agar penumpang-penumpang ke 10 destinasi itu bertambah," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada KBR di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Hal itu juga dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kita perkirakan diskon tiket pesawat bisa mencapai 50 persen, yaitu 30 persen dari pemerintah dan 20 persen dari perusahaan airline,” kata Sri Mulyani seperti dilansir Antara, Rabu (26/2/2020).

Diskon tiket pesawat hanya diberikan untuk 25 persen seat dari total kapasitas pesawat terbang.

Selain diskon, pemerintah juga memberi pembebasan pajak sementara untuk hotel dan restoran di 10 destinasi tersebut.

“Untuk Pemda, pajak hotel dan restoran diminta tidak dipungut selama enam bulan, tapi diganti oleh pemerintah pusat Rp3,3 triliun, jadi Pemda tidak mengalami kerugian,” kata Sri Mulyani.

“Sektor pariwisata kita berikan berbagai paket (insentif) mulai dari hotel, restoran, sampai agen travel dan airline-nya. Kita harapkan ini bisa meningkatkan minat travelling di dalam negeri maupun dari negara di luar, kecuali China,” lanjutnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Italia, Seperti Apa Karantina Wilayah yang Efektif?

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18