Jokowi Akan Buat Regulasi Baru untuk Layani Investasi Microsoft

"Microsoft ingin segera investasi di Indonesia, sehingga nanti akan dalam seminggu ini akan kita putuskan untuk membuat regulasi sederhana.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 27 Feb 2020 17:52 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jokowi Akan Buat Regulasi Baru untuk Layani Investasi Microsoft

Presiden Jokowi saat berpidato dalam sidang laporan tahunan MA di JCC, Jakarta, Rabu (26/2/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan segera membuat regulasi baru demi melancarkan investasi Microsoft.

“Intinya, mereka ingin investasi di data center, tetapi kita sampaikan bahwa kita ini juga masih mengajukan undang-undang untuk perlindungan data pribadi yang belum selesai. Tetapi Microsoft ingin segera investasi di Indonesia, sehingga nanti akan dalam seminggu ini akan kita putuskan untuk membuat regulasi sederhana,” ujar Jokowi setelah membuka acara Microsoft di Hotel Ritz Carlton, Kamis (27/2/2020).

Jokowi mengaku sudah membicarakan hal ini secara langsung  dengan CEO Microsoft Satya Narayana Nadella. Jokowi pun menyambut baik apa yang ditawarkan Microsoft.

Sebelumnya, pemerintah sudah menyatakan rencana untuk membangun data center sendiri. Pusat data itu akan mengelola dan menyimpan data pemerintah yang masuk dalam kategori data elektronik strategis. 

Ada tiga klasifikasi data yang akan dihimpun dilihat dari strategi, tinggi, dan rendah. Data strategi bergungsi untuk menyimpan dan mengelola data dalam negeri. Sedangkan dua kategori data lain berada di luar negeri dengan tetap berada di bawah pengawasan penegak hukum.

Rencananya data center milik pemerintah ini akan selesai dibangun pada 2020.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17