Jakarta Banjir, Anies: Tidak Banyak Sampah, Artinya Ini Air Lokal

"Air lokal tidak bergolak. Jumlahnya memang cukup besar karenanya Siaga 1, bukan air kiriman."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 25 Feb 2020 14:40 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Jakarta Banjir, Anies: Tidak Banyak Sampah, Artinya Ini Air Lokal

Pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (25/2/2020). (Foto: KBR/Siti Sadida Hafsyah)

KBR, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai banjir yang saat ini melanda sebagian wilayah Jakarta merupakan banjir lokal, bukan 'banjir kiriman' dari Bogor.

Banjir terjadi akibat hujan yang turun sejak Selasa dini hari (25/2/2020).

"Tadi pagi pada waktu pukul 5.50 pagi, di situ puncaknya masuk Siaga 1, saat 9.30 sudah turun, ke Siaga 2. Jadi air yang ada di sini tidak banyak sampah. Artinya itu air lokal, air lokal tidak bergolak. Jumlahnya memang cukup besar karenanya Siaga 1, bukan air kiriman. Sampai Siaga 1, artinya cukup banyak, " kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut potensi banjir masih ada dalam beberapa waktu ke depan.

"Sekarang kita konsentrasi pada penanganan, karena cuaca seperti ini masih terjadi beberapa waktu ke depan. Ramalan BMKG sejak Desember 2019 mengatakan bahwa sampai dengan Maret 2020, kita perkirakan masih menghadapi cuaca yang ekstrem," kata Anies.

Hari ini Anies dijadwalkan memantau beberapa titik pintu air di Jakarta. Ia menyebut banjir telah berdampak pada lebih dari 200 RW (rukun warga) dari total 2.738 RW di Jakarta.

Ia pun mengimbau masyarakat korban banjir untuk berkoordinasi dengan pemerintah.

"Kontak kami di 112, datang ke kelurahan terdekat. Kami bantu respons semua yang jadi kebutuhan masyarakat," ujar Anies.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 15