Hari Kedelapan Observasi Ratusan WNI dari Wuhan, Begini Kata Kemenkes

"Mudah-mudahan nanti sampai hari ke-14 semuanya oke, maka kita yakini masa inkubasi sudah lewat, berarti tidak ada yang membawa virus ini,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Feb 2020 09:59 WIB

Author

Astri Yuanasari

Hari Kedelapan Observasi Ratusan WNI dari  Wuhan, Begini Kata Kemenkes

Ratusan orang yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, Cina senam bersama di hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepri, Kamis (6/2). (Antara/Risyal)

KBR, Jakarta-   Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan ratusan orang yang tengah menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau, memasuki hari kedelapan dalam keadaan sehat alias negatif virus corona. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menyebut, total 285 orang yang diobservasi, menjalani tes kesehatan dua kali dalam sehari.

"Sejauh ini tidak ada masalah. Oleh karena itu, mudah-mudahan nanti sampai hari ke-14 semuanya oke, maka kita yakini masa inkubasi sudah lewat, berarti tidak ada yang membawa virus ini," kata Yurianto kepada KBR, Minggu (9/2/2020).

Yurianto juga memastikan, tim kesehatan terus memantau kegiatan mereka setiap hari. Kata dia, mereka melakukan kegiatan seperti olahraga dan aktivitas lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Obyektifnya kita periksa kan, ada yang panas tidak. Karena kan salah satu yang menjadi khas pada influenza karena corona ini kan panas. Kita ukur kan, alhamdulillah tidak ada yang di atas 37 (derajat celcius)," imbuhnya.

Total ada 285 orang termasuk tim penjemput, saat ini tengah menjalani observasi di Natuna. Proses observasi dilakukan selama 14 hari setelah evakuasi 237 WNI dan 1 WNA dari daerah wabah virus corona, Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada 2 Februari 2020 lalu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 19