BNPB: Air Sumber PDAM di Kota Besar Tercemar Bakteri dan Logam Berat

"Kandungan air yang ada di (Sungai) Citarum, yang ada di Cisadane, yang ada di Ciliwung. Hampir semua sampel yang dikumpulkan itu, kadar ecoli dan salmonella-nya telah melampaui ambang batas."

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Feb 2020 15:46 WIB

Author

Lea Citra, Adi Ahdiat

BNPB: Air Sumber PDAM di Kota Besar Tercemar Bakteri dan Logam Berat

Sampah menutupi permukaan Sungai Citepus yang bermuara ke Sungai Citarum, di Bojong Citepus, Kab. Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebut kualitas air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kota-kota besar sudah tak layak.

Menurut Doni, sungai-sungai sumber air PDAM di kota besar sudah menjadi tempat sampah raksasa.

"Kandungan air yang ada di (Sungai) Citarum, di Cisadane, di Ciliwung. Hampir semua sampel yang dikumpulkan itu, kadar (bakteri) e-coli dan salmonella-nya telah melampaui ambang batas. Termasuk juga logam berat merkuri, timbal, dan beberapa jenis logam berat lainnya. Dan ini semua berbahaya untuk kesehatan kita," kata Doni saat Seminar Nasional BNPB di Graha BNPB, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Doni menilai pembersihan sampah dari sungai saja takkan cukup mengatasi masalah pencemaran air.

Menurutnya, pemerintah harus meriset bagaimana cara menghilangkan zat-zat polutan dari sungai, salah satunya lewat pemanfaatan tanaman vetiver.

"Vetiver ternyata mampu menyerap polutan yang ada di air. Ini dibutuhkan suatu upaya dari kita semua untuk membuktikan bahwa betul vetiver bisa mengatasi pencemaran. Namun kiranya, Bapak Ibu sekalian yang ikut terlibat dalam riset dan juga nanti ke depannya, dari sekarang mengumpulkan vetiver kemudian melakukan uji coba," kata Doni.

Doni pun meminta seluruh masyarakat Indonesia tak memperparah keadaan sungai-sungai di Indonesia. Sebab ikan dan air di sungai yang tercemar dapat menjadi racun bagi manusia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17