Ini Sorotan WALHI Jelang Debat Pilpres ke-2

"Ini juga terjadi salah satu sandera kalau kita bicara soal demokrasi lingkungan. Masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan justru dikriminalisasi."

BERITA , NASIONAL

Senin, 11 Feb 2019 18:09 WIB

Author

Astri Yuanasari

Ini Sorotan WALHI Jelang Debat Pilpres ke-2

Ilustrasi. Warga menggelar aksi menentang kriminalisasi petani penolak tambang Joko Prianto di Polda Jawa Tengah, Semarang, Kamis (28/12/2017). (Foto: ANTARA/Rekotomo)

KBR, Jakarta - LSM lingkungan hidup WALHI Indonesia mempertanyakan komitmen dua pasangan calon presiden pada isu lingkungan.

Debat kedua akan digelar KPU pada 17 Februari mendatang mengangkat isu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Ketua Adhoc Politik Keadilan Ekologis WALHI, Khalisah Khalid mengatakan isu penting yang membutuhkan komitmen calon presiden adalah konflik agraria hingga kriminalisasi terhadap aktivis pejuang lingkungan hidup.

Ia menilai dua masalah itu menyandera demokrasi lingkungan di Indonesia.

"Ini ekses dari model ekonomi yang dipilih, akhirnya justru banyak menimbulkan konflik agraria dan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan hidup dan HAM. Ini juga terjadi salah satu sandera kalau kita bicara soal demokrasi lingkungan. Masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan justru dikriminalisasi," kata Khalisah pada KBR, Minggu (10/2/2019).  

Khalisah mengatakan, Walhi akan melihat bagaimana komitmen kedua pasangan untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungannya.

Selain itu, Walhi juga menyoroti masalah pemulihan lingkungan. Kata dia, Walhi ingin melihat komitmen kedua pasangan calon terhadap agenda pemulihan lingkungan terhadap krisis ligkungan yang sudah terjadi.

"Kami ingin melihat sejauh mana komitmen keduanya untuk mengoreksi kebijakan ekonominya dulu. Apakah ada koreksi terhadap kebijakan ekonominya? Lalu, sejauh mana komitmen terhadap agenda pemulihan lingkungan? Kita tidak bisa terus bersandar pada penanganan yang sifatnya reaksioner responsif. Kemudian, bagaimana upaya pemulihan lingkungan, upaya terhadap krisis lingkungan hidup yang terjadi," kat Khalisah.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah