Ini Nama 32 Caleg Eks Napi Korupsi Tambahan

Sebelumnya KPU sudah sempat merilis 49 nama. Dan sekarang, KPU mengumumkan lagi 32 nama tambahan. Jadi totalnya ada 81 Caleg eks koruptor yang ikut berlaga di Pemilu 2019.

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL

Jumat, 22 Feb 2019 14:35 WIB

Author

Adi Ahdiat

Ilustrasi: Caleg ekskoruptor

Ilustrasi: Caleg ekskoruptor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali merilis nama-nama Caleg yang berstatus  bekas narapidana korupsi (19/02/2019).

Sebelumnya KPU sudah sempat merilis 49 nama. Dan sekarang, KPU mengumumkan lagi 32 nama tambahan. Jadi totalnya ada 81 Caleg eks koruptor yang ikut berlaga di Pemilu 2019  mendatang.

Dalam rilisan pertamanya, KPU sempat menyebut bahwa ada empat partai yang bersih dari Caleg eks koruptor, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Namun setelah daftarnya diperbaharui, kini partai yang “bersih” dari Caleg eks koruptor hanya tinggal Nasdem dan PSI.

Berikut adalah daftar nama-nama tambahan dari KPU:


Baca Juga: 49 Caleg Eks Napi Korupsi dan Kasus Masa Lalunya 


Partai Hanura

1. Muhammad Asril Ahmad (Caleg DPRD Provinsi Maluku Utara):

2. Rachmad Santoso (Caleg DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara)

3. Darjis (Caleg DPRD Kabupaten Ogan Ilir)

4. Andi Wahyudi Entong (Caleg DPRD Kabupaten Pinrang)

5. Hasanudin (Caleg DPRD Kabupaten Banjarnegara)

6. Bonar Zeitsel Ambarita (Caleg DPRD Kabupaten Simalungun)


Partai Demokrat

1. Firdaus Djailani (Caleg DPRD Provinsi Bengkulu)

2. Farit Wijaya (Caleg DPRD Kabupaten Pesisit Barat)

3. Imam Subandi (Caleg DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir)

4. Syamsudin Olii (Caleg DPRD Kabupaten Bolaang Mangondo Utara)

5. Rahmanuddin (Caleg DPRD Kabupaten Luwu Utara)

6. Polman (Caleg DPRD Kabupaten Simalungun)


Partai Berkarya

1. Muhlis (Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan)

2. Zambri (Caleg DPRD Kabupaten Pasaman Barat)

3. Djekmon Amisi (Caleg DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud)


PPP

1. Emil Silfan (Caleg DPRD Kabupaten Musi Banyuasin)

2. Ujang Hasan (Caleg DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah)

3. Rommy Krishna (Caleg DPRD Kabupaten Lubuklinggau)


Partai Golkar

1. Achmad Junaidi Sunardi (Caleg DPRD Provinsi Lampung)

2. Christofel Wonatorei (Caleg DPRD Kabupaten Waropen)


PDI Perjuangan

1. Mat Muhizar (Caleg DPRD Kabupaten Pesisir Barat)


Partai Perindo

1. Andi Gunawan (Caleg DPRD Kabupaten Lampung Timur)

2. Ramadhan Umasangaji (Caleg DPRD Kota Pare-pare)


PKPI

1. Raja Zulhindra (Caleg DPRD Kabupaten Indragiri Hulu)

2. Yuridis (Caleg DPRD Kabupaten Indragiri Hulu)


PAN

1. Bonanza Kesuma (Caleg DPRD Provinsi Lampung)

2. Firdaus Obrini (Caleg DPRD Kota Pagar Alam)


PKB

1. Usman Effendi (Caleg DPRD Kabupaten Pesawaran)

2. EU K. Lenta (Caleg DPRD Kabupaten Morowali Utara)


PBB

1. Sahlan Sirad (Caleg DPRD Provinsi Bengkulu)

2. Syaifullah (Caleg DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)


PKS

1. Muhammad Zen (Caleg DPRD Kabupaten Okut Timur)

(Sumber: www.kpu.go.id)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.