Amnesty: Debat Capres Belum Sentuh Isu Papua

"Ini bukan soal bangun jalan di Papua untuk main trek-trekan. Ini persoalan fundamental. Bagaimana membangun manusianya? Jadi bukan hanya ekstrak SDA."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Feb 2019 15:39 WIB

Author

Muthia Kusuma

Amnesty: Debat Capres Belum Sentuh Isu Papua

Ilustrasi. Warga Papua menggunakan hak suara pada pemilu. (Foto: kesbangpol.kemendagri.go.id)

KBR, Jakarta - Amnesty Internasional menilai debat calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 belum menyentuh isu Papua. Termasuk pada debat perdana yang mengusung tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme pada Januari lalu.

Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri mengatakan membincangkan posisi Papua di politik Indonesia akan bisa menengahkan isu Papua menjadi wacana publik.

"Komnas Perempuan sudah bikin banyak laporan soal Papua. Bikin banyak masukan, berhasil mengumpulkan 500 perempuan asli Papua. Mereka bicara tentang masa depan. Pakai saja data itu dulu. Dengarkan inisiatif itu dulu. Atau keresahan anak muda Papua," kata Puri di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, (14/2/2019).

Baca juga:

"Ini bukan soal bangun jalan di Papua untuk main trek-trekan. Ini persoalan fundamental. Bagaimana membangun manusianya? Jadi bukan hanya ekstrak SDA. SDM dibikin saja konsumtif. Kita butuh orang-orang kritis untuk melihat Papua lebih baik," tambah Puri Kencana.

Puri menambahkan, banyak isu di Papua yang harus dipahami publik, terutama oleh para pemangku kebijakan. Misalnya isu korupsi, pelanggaran HAM, eksploitasi sumber daya alam, penegakan hukum, serta kesehatan. Permasalahan tersebut harus diselesaikan mulai dari akar permasalahannya.

Kata Puri, permasalahan di Papua harus diungkap dengan jujur dan tidak ditutup-tutupi. Hanya saja, Puri menyebut harus ada komitmen kuat dari pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan.

Debat perdana calon presiden-wakil presiden diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 17 Januari lalu. Sedangkan, debat kedua akan digelar 17 Februari 2019.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kala Berbahasa Indonesia Mesti Diatur dalam Perpres

Kabar Baru Jam 10

Basarnas Jabar Targetkan Nol Persen Kecelakaan Laut Pada 2020

Singapura Larang Total Iklan Minuman Manis dalam Kemasan