KPU Usut Rusaknya Seribuan Kotak Suara Karton di Cirebon

Apabila kerusakan terbukti karena kesalahan manusia, maka KPU akan menindaklanjuti dengan meminta pertanggungjawaban orang yan terlibat.

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Feb 2019 20:31 WIB

Author

Muthia Kusuma

 KPU Usut Rusaknya Seribuan Kotak Suara Karton di Cirebon

Petugas KPU di Kabupaten Mamuju menguji kekuatan kotak suara pemilu berbahan kardus di Kantor KPU Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (8/2/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Tado)

KBR, Jakarta - Ketua KPU, Arief Budiman angkat suara mengenai rusaknya seribuan kotak suara berbahan karton di Cirebon, Jawa Barat.

Kotak suara rusak akibat rembesan air hujan di gudang penyimpanan logistik pemilu.

Arief Budiman mengatakan apabila kerusakan pada kotak suara tersebut disebabkan karena keadaan kahar atau 'force majeure' atau kejadian di luar kemampuan manusia seperti bencana alam, itu wajar.

Meski begitu, KPU akan mengusut penyebab rusaknya kotak suara tersebut. Apabila kerusakan terbukti karena kesalahan manusia, kata Arief, maka KPU akan menindaklanjuti dengan meminta pertanggungjawaban orang yang terlibat.

"SOP-nya sudah kita buat. Mulai dari produksi, distribusi sampai dengan prosedur penyimpanan. Tetapi kalau ada bencana alam, ada banjir, gempa bumi, emang kamu bisa menghindar? Kan tidak. Kalau ada keadaan 'kahar' ya diganti," kata Arief Budiman di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, (11/2/2019).

Kendati demikian, Arief mengklaim kotak suara berbahan dasar karton tetap lebih efisien dibandingkan dengan kotak suara berbahan aluminium.

Arief juga menambahkan produksi kotak suara dari karton lebih mudah dan lebih cepat produksinya. Karena itu, apabila ada kerusakan pada kotak suara saat mendekati waktu pencoblosan akan dapat dengan cepat diganti.

Ia mencontohkan pada Pemilu 2014 ada kotak suara KPU di daerah yang terbakar pada H-2 pencoblosan.

KPU mencatat saat ini ada empat juta kotak suara yang dicetak KPU. Apabila ada kerusakan pada seribuan kotak suara KPU, maka tidak akan begitu mempengaruhi berlangsungnya pemungutan suara.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN