Wabah Virus Korona Wuhan, Staf Ahli Menkes: Jangan Paranoid, Bisa Rugikan Ekonomi

"Misalnya ada orang dari negara lain yang ingin berwisata menikmati keindahan alam, karena takut (virus Corona) akhirnya jadi merugikan ekonomi."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Jan 2020 17:38 WIB

Author

Adi Ahdiat

Wabah Virus Korona Wuhan, Staf Ahli Menkes: Jangan Paranoid, Bisa Rugikan Ekonomi

Wisatawan asal Singapura memasuki Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Senin (27/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Staf Ahli Menteri Kesehatan RI, Roby Pattiselano, mengimbau masyarakat agar tidak paranoid terhadap penyebaran virus korona Wuhan.

"Sekarang kalau ada orang flu sedikit langsung dituduh virus korona, akhirnya menimbulkan keresahan. Sementara berdasarkan hasil tes laboratorium, hingga saat ini belum ada ditemukan satupun yang terjangkit korona di Indonesia," kata Roby, seperti dilansir Antara, Selasa (28/1/2020).

Menurut Roby, kekhawatiran berlebihan soal virus korona Wuhan bisa mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian.

"Misalnya ada orang dari negara lain yang ingin berwisata menikmati keindahan alam, karena takut (virus korona Wuhan) akhirnya jadi merugikan ekonomi," kata Roby.

"Sikap khawatir berlebihan akan merugikan, kalau dalam satu gedung semua pakai masker karena khawatir berlebihan, bisa-bisa tidak dikenali kalau ada maling yang masuk," katanya.

Berita Terkait: 

Roby menjelaskan saat ini di Indonesia memang sedang berlangsung musim pancaroba, sehingga kasus infeksi saluran pernafasan dan flu meningkat.

"Jadi jangan parno (paranoid) semua orang yang kena flu langsung disebut korona," kata dia.

Roby memastikan pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi penyebaran virus korona Wuhan mulai dari pintu masuk negara hingga fasilitas kesehatan.

"Peralatan pendeteksi berupa thermal scanner berfungsi dengan baik, dan rumah sakit serta sumber daya manusia kesehatan telah siap melakukan penanganan," jelas Roby.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Selandia Baru Catat Penurunan Signifikan Penambahan Orang Terinfeksi Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan