Tuntaskan Gagal Bayar Jiwasraya, Kejaksaan Terus Geledah dan Sita Barang Tersangka

Kalau ditanya apakah masih ada penggeledahan, saya sampaikan bahwa semua langkah hukum untuk penyelesaian perkara ini kami akan tetap melakukan

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Jan 2020 13:25 WIB

Author

Astri Yuanasari

Tuntaskan Gagal Bayar Jiwasraya, Kejaksaan Terus Geledah dan Sita Barang Tersangka

Aparat membawa kendaraan mewah yang disita dari rumah tersangka kasus Jiwasraya ke gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/1/2020).(Foto: KBR/Kevin Candra)

KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung mengaku terus melakukan penggeledahan terkait kasus gagal bayar di PT Asuransi Jiwasraya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Adi Torgarisman menyebut, pihaknya juga akan melakukan langkah-langkah hukum dalam penanganan kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, termasuk penggeledahan dan penyitaan.

"Kalau ditanya apakah masih ada penggeledahan, saya sampaikan bahwa semua langkah hukum untuk penyelesaian perkara ini kami akan tetap melakukan ketika memang dibutuhkan penggeledahan di satu tempat kami akan lakukan. Termasuk di dalam penggeledahan itu mungkin langkah-langkah penyitaan dan lain sebagainya, tetap harus kami lakukan," ujar Adi saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi 3 di gedung DPR Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Rabu (15/1/2020) malam kemarin, Kejaksaan Agung menggeledah rumah sejumlah tersangka kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya.

Baca: Kejaksaan Sita Barang Mewah dari Rumah Tersangka Skandal Jiwasraya

Rumah yang digeledah itu di antaranya rumah bekas Direktur Utama PT Jiwasraya, Hendrisman Rahim dan rumah bekas Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Herry Prasetyo di Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Juru bicara Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, pengeledahan dan penyitaan barang dilakukan untuk mengembalikan kerugian negara.

Baca juga:

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat