Jokowi: Stop Ekspor Komoditas Mentah

"Satu persatu akan kita stop. Mungkin tahun depan bauksit, stop. Tahun depannya lagi mungkin, timah, stop. Tahun depannya, batubara, stop. Tahun depannya lagi, kopra, stop," ujar Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Jan 2020 21:15 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi: Stop Ekspor Komoditas Mentah

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat pembukaan perdagangan saham 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1/2020). (Foto: Hafidz Mubarak/ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berencana menghentikan ekspor semua komoditas mentah unggulan Indonesia. Rencana itu menyusul dihentikannya ekspor nikel mentah per Januari 2020. 

Jokowi menegaskan, ingin setiap tahun terus menambah daftar larangan ekspor komoditas mentah, seperti timah, batubara, hingga kopra. Kebijakan tersebut, menurut kepala negara, untuk mendorong hilirisasi agar produk yang diekspor hanya berupa barang jadi atau setengah jadi saja. Dengan penuh keyakinan, ia mengatakan, larangan ekspor barang mentah juga dapat menyehatkan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Kalau negara tidak memiliki strategi ekonomi, strategi bisnis besar, dalam rangka merancang pembangunan jangka panjang, kita akan jadi eksportir bahan mentah terus. Enggak akan jadi, nikel untuk lithium baterai. Yang lain juga banyak, yang nanti satu persatu akan kita stop. Mungkin tahun depan bauksit, stop. Tahun depannya lagi mungkin, timah, stop. Tahun depannya, batubara, stop. Tahun depannya lagi, kopra, stop," ujar Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Presiden juga menambahkan, penghentian ekspor komoditas mentah juga untuk mengusahakan kemandirian ekonomi negara dari ketergantuangan pada bangsa lain. 

Menurutnya, Indonesia juga dapat mengolah sendiri semua komoditas itu, ketimbang mengekspornya dalam kondisi mentah. Dicontohkannya, dengan kasus minyak kelapa sawit Indonesia yang saat ini dibatasi di negara-negara Eropa, ternyata setelah dicampur dengan solar dapat menjadi campuran biodiesel 30 persen (B30) untuk dikonsumsi di dalam negeri.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan, tim riset asal Institut Teknologi Bandung saat ini juga tengah berusaha membuat baterai lithium berbahan baku nikel, untuk digunakan sebagai sumber energi ramah lingkungan pada kendaraan listrik. Ada pula penelitian untuk menjadikan kopra sebagai bahan bakar pesawat terbang atau avtur. Menurutnya, pemerintah akan mencari cara mengolah komoditas mentah lainnya untuk menjadi barang jadi yang penuh manfaat.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat