Jateng Siapkan 20 Sekolah Berbasis Toleransi

"Ini proyek dibantu dengan Wahid Foundation untuk membangun sekolah toleransi."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Jan 2020 15:09 WIB

Author

Anindya Putri

Jateng Siapkan 20 Sekolah Berbasis Toleransi

Ilustrasi. (Foto: KBR/M Ridlo)

KBR, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membentuk pilot project (proyek percontohan) sekolah berbasis toleransi di kawasan Solo Raya.

Rencananya pemerintah provinsi membentuk 20 sekolah di kawasan yang meliputi Kota Surakarta, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Boyolali, Klaten dan Wonogiri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Jumeri mengatakan pembentukan sekolah toleransi untuk mencegah tindak intoleransi atau tindak radikalisme di tingkat sekolah.

"Kita sedang menyiapkan 20 sekolah di daerah Solo raya untuk dibina toleransinya. Ini proyek dibantu dengan Wahid  Foundation untuk membangun sekolah toleransi," kata Jumeri  kepada KBR di Semarang, Rabu (15/1/2020).

Menurut Jumeri, pilot project sekolah toleransi dilakukan di Solo Raya lantaran maraknya kasus intoleransi di daerah tersebut. Salah satu contoh adalah intimidasi dan pemaksaan pemakaian hijab di salah satu sekolah negeri di Sragen.

"Maka dari itu kita pilih wilayah Solo Raya terlebih dahulu," kata Jumeri.

Simak juga laporan terkait lainnya:


Ia mengatakan, pilot project sekolah toleransi tersebut akan dilakukan selama tiga hingga enam bulan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pembekalan paham saling memahami perbedaan. Pembekalan akan dilakukan dari tingkat kepala sekolah, karyawan, guru hingga murid.

"Jadi itu akan dilakukan selama enam bulan maksimal dengan mengajak seluruh anggota sekolah," katanya.

Program tersebut akan dilakukan di sekolah yang ada di Jawa Tengah khususnya tingkat SMA dan sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta.
Di Jawa Tengah terdapat total 3.000 sekolah SMA, 640 di antaranya adalah sekolah negeri.

"Nantinya kita  akan bikin sekolah toleran di seluruh Jateng," tambah Jumeri.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Naik, Apa Artinya?

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13