Indonesia Belum Berhasil Usir Kapal Tiongkok dari Natuna

"Kita usir, kita ingatkan bahwa Anda (kapal Tiongkok) ada di perairan kita (Indonesia). Tapi kemarin stuck gara-gara mereka mengatakan bahwa itu wilayah mereka (Tiongkok)."

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Jan 2020 11:42 WIB

Author

Lea Citra, Adi Ahdiat

Indonesia Belum Berhasil Usir  Kapal Tiongkok dari Natuna

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 1 TNI Yudo Margono menunjuk kapal coast guard asing dari pesawat intai di Natuna, Sabtu (4/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pekan lalu Kementerian Luar Negeri mengumumkan ada kapal Tiongkok yang menerobos Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) di wilayah perairan Natuna.

Selain melanggar kedaulatan, kapal-kapal itu juga dituding melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Pemerintah Indonesia telah mengerahkan 9 unit kapal patroli untuk mengawasi dan mengusir mereka. Namun, pengusiran itu belum berhasil.

"Kita usir, kita ingatkan bahwa Anda (kapal Tiongkok) ada di perairan kita (Indonesia). Tapi kemarin stuck gara-gara mereka mengatakan bahwa itu wilayah mereka (Tiongkok)," kata Direktur Operasi Laut Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Nursyawal Embun kepada KBR, Minggu (5/1/2019).

"Saat ini yang terpantau itu ada 5 kapal coast guard-nya Cina, 2 (kapal) di dalam wilayah yurisdiksi Indonesia, 3 (kapal) itu ada di luar," jelas Nursyawal.


Masih Ada Puluhan Kapal Nelayan Tiongkok

Menurut Nursyawal, kapal coast guard Tiongkok itu mengawal kapal-kapal nelayan.

Kapal-kapal itu rata-rata tidak menggunakan Automatic Identification System (AIS) sehingga sulit dilacak dari jarak jauh, dan harus dipantau langsung menggunakan kapal patroli. 

"Kapal-kapal patroli kita itu menggunakan sarana radar, itu bisa menghitung ada berapa kapal ikan. Ada sampai puluhan (kapal nelayan Tiongkok)," jelas Nursyawal.

"Kita monitor sampai saat ini, mereka (kapal Tiongkok) masih berada di perairan ZEEI. ZEEI itu adalah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia."

"Ada yang berada di wilayah timur perairan Natuna, Kepulauan Natuna, ada juga di sebelah baratnya. Yang sebelah barat ini memang lintasan ALKI (alur laut kepulauan indonesia), kapal gede yang berlayar. Tapi kalau yang di sektor timur, itu rata-rata menangkap ikan," jelas Nursyawal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru