ESDM Godok Kebijakan Subsidi Baru, Harga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik

"Misalnya, subsidinya Rp10.000 atau Rp20.000 per tabung, nanti ditransfer langsung."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Jan 2020 17:14 WIB

Author

Lea Citra, Adi Ahdiat

ESDM Godok Kebijakan Subsidi Baru, Harga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik

Ilustrasi: Tabung Gas Elpiji 'Melon' 3 kilogram. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggodok kebijakan baru perihal subsidi gas jenis liquefied natural gas (LPG) atau elpiji.

Menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, pemerintah akan mencabut subsidi yang berbentuk potongan harga untuk gas elpiji 3 kilogram.

Harga jual gas elpiji ukuran tabung 'melon' akan disesuaikan dengan harga pasar, hingga harganya bakal naik menjadi sekitar Rp35 ribu per tabung.

Selain itu, pemerintah akan memberi subsidi kepada warga miskin dengan mentransfer uang secara langsung.

"Ya ditransfer, kan datanya (warga miskin) sudah ada. Misalnya, subsidinya Rp10.000 atau Rp20.000 per tabung, nanti ditransfer langsung. Nanti dia dikasih semacam kode khusus. Nanti orang itu belinya di mana, berapa tabung, akan kelihatan tuh. Jadi nanti tinggal ditransfer ke orang itu," jelas Djoko kepada KBR, Rabu (15/1/2020).

Menurut Djoko, mekanisme itu akan membuat subsidi gas elpiji lebih tepat sasaran dan akan menghemat pengeluaran negara sekitar 30-50 persen.

Namun, ia menegaskan kebijakan subsidi baru ini masih akan digodok hingga 6 bulan ke depan.


Berita Terkait: Kewalahan Impor Elpiji, Pemerintah Akan Bangun Jargas di 16 Provinsi


DPR: Pemerintah Harus Kembangkan Jaringan Gas

Di kesempatan terpisah, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta pemerintah berhati-hati menerapkan kebijakan baru ini.

“Sebelum menetapkan kebijakan penarikan subsidi elpiji 3 kg tersebut, Pemerintah harus menyiapkan data jumlah masyarakat miskin yang akan menerima kompensasi dari penghilangan subsidi elpiji 3 kg tersebut,” ujar Mulyanto, seperti dilansir situs DPR RI, Rabu (15/1/2020).

Ia juga meminta pemerintah mengembangkan jaringan gas alam atau liquefied natural gas (LNG) sebagai pengganti gas elpiji atau liquefied natural gas (LPG).

"Kami juga berharap pemerintah gencar mengembangkan jaringan gas alam, agar kebutuhan gas yang murah bagi masyarakat tetap terpenuhi. Ini akan mengurangi secara signifikan ketergantungan kita pada impor gas (LPG)," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17