Dugaan Korupsi PT Asuransi Asabri, Pemerintah Masih Tunggu Audit BPK

Kalau kasus itu sudah ada kan ada jalurnya ya, jalur hukumnya itu ke mana-mana yang melakukan tindakan siapa-siapa, itu sudah ditentukan oleh undang-undang.

BERITA | NASIONAL

Senin, 13 Jan 2020 15:00 WIB

Author

Dwi Reinjani

Dugaan Korupsi PT Asuransi Asabri, Pemerintah Masih Tunggu Audit BPK

Menkopolhukam, Mahfud MD. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan, akan mengambil tindakan hukum, jika sudah terbukti siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Asabri (Persero).

Menurut Mahfud, Pemerintah masih menunggu hasil audit terkait pembuktian keterlibatan dugaan korupsi di Asabri dari penegak hukum.

“Kalau kasus itu sudah ada kan ada jalurnya ya, jalur hukumnya itu ke mana-mana yang melakukan tindakan siapa-siapa, itu sudah ditentukan oleh undang-undang. Mungkin itu pengadilannya koneksitas kali ya? Karena ada TNI aktif dan ada sipilnya juga, ada perusahaan swastanya juga. Nantilah itu ada jalurnya gampang, yang penting kita pastikan dulu itu ada apa tidak," katanya ditemui wartawan di kantornya, Senin (13/01/2029).

Mahfud menyebut, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sempat dilakukan beberapa hari lalu, menunjukan tidak adanya dugaan korupsi. Namun, audit akan kembali dilakukan oleh satu instansi lain agar lebih pasti.

Mahfud juga masih menunggu kepulangan menteri terkait, yang saat ini sedang ikut dalam kunjungan kenegaraan bersama Presiden Joko Widodo, ke Dubai.

“Minggu ini, kan masih pada di luar negeri semua itu Pak Erick dan sebagainya. Jadi kita akan panggil kemudian akan jalan,” kata Mahfud.

Mahfud menambahkan, ada kemiripan di kasus dugaan korupsi PT Asuransi Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya. Ia ia menyatakan, ada kemungkinan pelaku dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya berkaitan juga dengan kasus dugaan korupsi di PT Asabri.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7