Cegah Nelayan Asing Masuk, KKP Tak Hanya Fokuskan Nelayan di Natuna

“Natuna ini kan salah satu garis perbatasan di WPP 711, ada lagi WPP wilayah penangkapan ikan itukan masih banyak lagi ada 11 WPP.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Jan 2020 15:37 WIB

Author

Dwi Reinjani

Cegah Nelayan Asing Masuk, KKP Tak Hanya Fokuskan Nelayan di Natuna

Ilustrasi kapal penangkap ikan

KBR, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edy Prabowo mengatakan, nelayan baru tidak hanya fokus di sekitar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna.

Menurutnya masih banyak Wilayah Penangkapan Ikan di perairan lain di Indonesia yang juga memiliki rawan dimasuki nelayan asing dibanding Natuna.

Sebaran nelayan di Natuna dan perairan Indonesia lainnya itu telah disampaikan Edhy Prabowo kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya di Istana Merdeka, Selasa (14/1/2020) siang.

Edhy menyebut, nantinya nelayan baru akan dibagi ke beberapa wilayah perairan.

“Natuna ini kan salah satu garis perbatasan di WPP 711, ada lagi WPP wilayah penangkapan ikan itukan masih banyak lagi ada 11 WPP. Natuna ini termasuk paling kecil potensi ikannya dibanding yang lain, makanya kita melaporkan. Kita juga akan fokus di ZEE lainnya. Saya ngga mau terlalu terpancing di sini,” katanya.

Edy mengatakan, kapasitas perairan Natuna hanya mampu menampung 700 ribu kapal, padahal hingga saat ini lebih dari 700 ribu kapal nelayan yang mendapat izin.

Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membagi wilayah tangkapan di luar Natuna.

Edhy menyebut, pembagian dimaksudkan agar nelayan asli atau tradisional di setiap wilayah tidak tergeser.

“Intinya kita harus bangun nelayan di sini dulu.  Nelayan situ (setempat) juga memberi masukan, bahwa kapal yang diberikan selama ini adalah kapal fiber, sedangkan mereka ingin kapal kayu. Makanya kita akan hitung, kapal bantuan ke mereka sesuai permintaan mereka. Kan dari dulu kalau mau berpikir lurus, tanya dulu ke penggunanya,” katanya.

Untuk mendengarkan keinginan dan keluhan nelayan Natuna secara langsung, Edy mengatakan pada 15 Januari (besok, red), ia akan bertolak menuju Natuna bersama Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Sebelumnya Mahfud MD juga sempat mengatakan akan bertolak ke Natuna, untuk mendengar hasil rapat dengan para nelayan yang sudah dilakukan beberapa hari lalu.

Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7