Anggaran Normalisasi Sungai Hampir Rp600 Miliar, Tapi Prosesnya Lambat

"Sekarang kendalanya di pembebasan (lahan) itu. Kadang-kadang kita enggak bisa cepat, karena harus hati-hati masalah keabsahan surat. Harus dicek, kan perlu waktu."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Jan 2020 12:33 WIB

Author

Lea Citra, Wahyu Setiawan, Adi Ahdiat

Anggaran Normalisasi Sungai Hampir Rp600 Miliar, Tapi Prosesnya Lambat

Genangan banjir di Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Ketua Komisi Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengungkapkan program normalisasi sungai sudah didukung anggaran ratusan miliar per tahunnya.

Tahun 2019 anggaran normalisasi sungai di DKI Jakarta mencapai Rp350 miliar. Kemudian untuk tahun 2020 anggarannya naik jadi hampir Rp600 miliar.

"Di kami (DPRD DKI) anggarannya itu dipecah-pecah, tidak satu gelondongan seperti itu. Judulnya sama, misalkan di Jakarta Selatan itu ada Rp120 miliar, Jakarta Barat misalkan ada Rp100 miliar. Jadi kalau ditotal itu memang hampir Rp600-an miliar," jelas Ida kepada KBR, Kamis (2/1/2020).

Menurut Ida total anggaran itu dibagi untuk proyek normalisasi sungai dan membayar kontrak tenaga lepas.

Namun, ia menyebut anggaran itu berupa 'gelondongan', dalam artian tidak spesifik ditujukan untuk penanganan banjir. 


Normalisasi Sungai Lambat

Meski didukung anggaran ratusan miliar, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini menyebut pengerjaan normalisasi sungai tak bisa cepat.

"Sekarang kendalanya di pembebasan (lahan) itu. Kadang-kadang kita enggak bisa cepat, karena harus hati-hati masalah keabsahan surat. Harus dicek, kan perlu waktu," terang Juaini kepada KBR, Kamis (1/1/2019).

"Karena terkait dengan peta pembelian lahan. Karena kalau memang salah, salah yang punya, kita bayar. Itu kan nanti resikonya kena ke jalur hukum, itu yang kita perlu ekstra hati-hati. Jadi, makanya agak lambat gitu," katanya lagi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pemberian Bantuan Tunai untuk Pekerja, Efektifkah?

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12