10 Juta Rumah Keluarga Mampu Ikut Nikmati Subsidi Gas Elpiji

TNP2K menyarankan pemerintah menggunakan teknologi biometrik wajah untuk memastikan penggunaan elpiji 3 kilogram tepat sasaran. Teknologi ini sudah diujicoba dan siap digunakan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Jan 2020 23:22 WIB

Author

Lea Citra

10 Juta Rumah Keluarga Mampu Ikut Nikmati Subsidi Gas Elpiji

Pekerja menata tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Jakarta, Rabu (15/1/2020). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana)

KBR, Jakarta - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyebut saat ini ada sekitar 10 Juta rumah tangga mampu yang turut menikmati subsidi gas elpiji ukuran tiga kilogram.

Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan TNP2K, Ruddy Gobel mengatakan pemerintah harus mengalihkan subsidi dari barang ke orang.

Ia menganggap subsidi gas LPG ukuran melon saat ini tak tepat sasaran selama ini.

"Kita usulkan itu 31,4 juta keluarga. Jadi subsidi diberikan kepada keluarga 31,4 juta keluarga," kata Ruddy kepada KBR, Kamis (16/1/2020).

Ruddy Gobel mengatakan saat ini tabung gas elpiji bersubsidi (ukuran melon) berjumlah sekitar 57 juta tabung. Jutaan tabung gas bersubsidi itu dinikmati kurang lebih sekitar 41 juta rumah tangga.

"Dari 41 juta rumah tangga itu, ada kurang lebih sekitar 10 juta rumah tangga, yang merupakan kelompok yang sebetulnya tidak berhak menerima subsidi. Makanya perlu difokuskan pada 31 juta keluarga yang benar-benar dianggap membutuhkan subsidi ini," kata Ruddy.

Ruddy Gobel mengatakan harga gas LPG juga harus disesuaikan. Karena subsidi barang nanti akan dialihkan ke orang.

Ruddy menganggap pemberian subsidi langsung akan lebih efektif dan tepat sasaran. TNP2K menyarankan pemerintah menggunakan teknologi biometrik wajah.

Teknologi biometrik akan memindai wajah penerima subsidi melalui aplikasi di smartphone. Ruddy menyebut teknologi itu sudah diujicoba dan siap digunakan.

"Uji coba pertama kita lakukan mulai Desember 2018 sampai 8 Mei 2019. Kita lakukan di tujuh wilayah, melibatkan lebih 41 ribu rumah tangga. Kemudian teknologinya itu kita sempurnakan akhir tahun kemarin, September dan November di tiga kabupaten," kata Ruddy.

Namun Ruddy mengatakan, pemerintah harus meregistrasi atau mendata masyarakat miskin terlebih dahulu.

Ruddy Gobel memperkirakan kebijakan ini paling cepat bisa diterapkan pada semester II 2020.

Menurutnya, sebelum diterapkan, sistem itu memerlukan penyesuaian regulasi, pendataan, penyiapan mekanisme serta teknologi pemberian subsidi. Dengan demikian subsidi gas LPG akan bisa tepat sasaran.

"Selama ini subsidinya elpiji tiga kilo itu sebagian besar sekitar 65 persen dinikmati kelompok 50 persen terkaya. Hanya kurang lebih sekitar 30 persen itu dinikmati kelompok masyarakat, 40 persen terendah" kata Ruddy.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste