Kementerian PUPR Belum Rehabilitasi Infrastruktur Rusak Akibat Tsunami

Kementerian PUPR belum bisa memastikan besaran dana yang akan digunakan untuk rehabilitasi maupun rekonstruksi. Selain itu, saat ini juga masih masuk masa tanggap darurat.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 01 Jan 2019 08:44 WIB

Author

Resky Novianto

Kementerian PUPR Belum Rehabilitasi Infrastruktur Rusak Akibat Tsunami

Kawasan pantai usai diterjang tsunami dari Selat Sunda di Kecamatan Sumur Pandeglang Banten, Selasa (25/12/2018). Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja

KBR, Jakarta- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  belum bisa merehabilitasi dan merekonstruksi permukiman serta infrastruktur yang rusak akibat tsunami Selat Sunda.

Juru bicara KemenPUPR Endra S Atmawidjaja, mengatakan belum ada data valid terkait jumlah bangunan dan infrastruktur yang rusak.

"Itu kan masih dihitung sama Pemkab Pandeglang dan lainnya. Kalau infrastruktur yang dimaksud jalan, jembatan, air, saluran itu tidak ada yang rusak," kata Endra. 

Kementerian PUPR juga belum bisa memastikan besaran dana yang akan digunakan untuk rehabilitasi maupun rekonstruksi, karena masih dalam masa tanggap darurat.

KemenPUPR, lanjut Endra, juga masih menunggu laporan resmi yang telah tervalidasi oleh BNPB berdasarkan laporan dari pemerintah daerah setempat, baik yang ada di Provinsi Lampung atau Banten. Karena, hanya BNPB yang berhak menghitung rumah dan insrastruktur yang rusak akibat tsunami.

Baca juga:

Hingga saat ini, BNPB masih menghitung dampak kerugaian akibat tsunami Selat Sunda  yang terjadi pada 22 Desember lalu.

BNPB juga masih menginventarisir rumah dan insrastruktur yang rusak akibat tsunami di wilayah Banten dan Lampung di antaranya Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Akibat tsunami tersebut, setidaknya lebih dari 400 orang tewas, 14 ribu lebih luka-luka, 16 orang hilang, dan puluhan ribu orang mengungsi.

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Basarnas Jabar Targetkan Nol Persen Kecelakaan Laut Pada 2020

Singapura Larang Total Iklan Minuman Manis dalam Kemasan

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7