BMKG Pasang Sensor 'Water Level' di Pulau Sebesi

"Karena lereng gunung itu sudah mulai muncul retakan-retakan dengan getaran retakan itu bisa berkembang menjadi longsor dan potensi, masih potensi memicu tsunami nah kemudian peralatan tadi dipasang"

BERITA , NASIONAL

Kamis, 03 Jan 2019 15:26 WIB

Author

Astri Septiani

BMKG Pasang Sensor 'Water Level' di Pulau Sebesi

Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air atau

KBR, Jakarta - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang sensor ketinggian air atau water level dan sensor curah hujan di Pulau Sebesi, LampunG Selatan, Lampung. Sensor itu untuk mendeteksi kemungkinan gelombang tinggi sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan alat tersebut bisa mengukur ketinggian air hingga 10 meter, karena saat ini, aktivitas Gunung anak Krakatau masih berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, dan adanya retakan di lereng gunung yang bisa memicu longsor.

Dengan pertimbangan itu, Pulau Sebesi yang terdekat dengan Gunung Anak Krakatau dipilih sebagai tempat dipasangnya water levelWater level ini nantinya yang akan mengkonfirmasi  jika air sudah naik hingga ke Pulau Sebesi.

“Karena lereng gunung itu sudah mulai muncul retakan-retakan dengan getaran retakan itu bisa berkembang menjadi longsor dan potensi, masih potensi memicu tsunami nah kemudian peralatan tadi dipasang di Pulau Sebesi itu terdekat dengan lokasi tersebut,” kata Dwi pada KBR di Jakarta, Kamis (03/01/18).

Dwi menjelaskan, water level bukanlah alat untuk sistem peringatan dini melainkan hanya untuk mengkonfirmasi dan mencocokkan dengan data sensor getaran vulkanik dan tingginya air.

“Namun itu bukan untuk peringatan dini water level itu untuk konfirmasi Apakah air benar-benar sudah sampai Pulau Sibesi. Peringatan dini nya kami berdasarkan kekuatan erupsi kekuatan erupsi yang terekam dari getaran getaran vulkanik, ini kami kan merekam sensor-sensor getaran gempa vulkanik itu. Nah, dari situ kalau sampai mencapai kekuatan katakan 3, 4 skala richter, kami segera memberikan peringatan dini meskipun gelombangnya belum terjadi,” tambahnya.

Dengan water level ini, BMKG bisa menilai dan menginformasikan apakah status peringatan dini tsunami akan dinaikkan, atau bahkan dicabut.

Baca juga:


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.