Share This

Aneh, Penunjuk Arah bagi Disabilitas Netra di Trenggalek Mengarah ke Pohon

Bupati yang maju sebagai calon Wakil Gubernur Jatim berjanji akan membenahi.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 17 Jan 2018 11:51 WIB

Aneh, Penunjuk Arah bagi Disabilitas Netra di Trenggalek  Mengarah ke  Pohon

Guiding block atau penunjuk jalan bagi penyandang disabilitas netra mengarah ke pohon. (Foto: KBR/Adhar M.)

KBR, Trenggalek- Penyandang disabilitas netra di Trenggalek mengeluhkan   guiding block atau penunjuk jalan di sejumlah trotoar. Pasalnya  pemasangannya justru mengarah pada pohon dan tiang.  Salah seorang penyandang tunanetra Trenggalek, Suprayitno mencontohkan lokasi penunjuk jalan bagi tunanetra   di jalan Ahmad Yani Trenggalek serta sisi utara  alun-alun kota.  

Kata Suprayitno, usai mencoba guiding block, pemasangan yang sembarangan tersebut  membahayakan, karena bisa mengarahkan pengguna jalan menabrak pohon serta tiang.

"Kekurangannya, kalau di tengah (trotoar) itu ada pohonnya, agar tunanetra itu lebih nyaman, ya dibelokkan atau bagaimana. Pokoknya yang penting lebih disempurnakan lagi. Guiding block ini sangat membantu sekali, karena tunanetra kan ya orientasi mobilitas sendiri dan tidak hanya mengandalkan orang lain," katanya.

Suprayitno  meminta pemerintah daerah membenahi  agar  dapat difungsikan   membantu penyandang tunanetra berjalan di kawasan trotoar dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengakui sejumlah kekurangan tersebut dan berjanji segera melakukan proses evaluasi. Rencananya, sejumlah jalur yang kurang tepat akan dilakukan pembenahan.

"Pasti ada kekurangan-kekurangan yang perlu disempurnakan ke depannya. Jadi ini adalah sebuah proseslah, memang tidak sempurna disaat awal, kami akan terus melakukan pembenahan ke depannya," kata Calon Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Selain guiding block, Pemkab Trenggalek juga akan mengevalusi beberapa akses ke ruang publik yang dinilai tidak ramah terhadap penyandang disabilitas.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.