Share This

Denmark Akan Isolasi Para Imigran Ilegal dan WNA Bermasalah di Pulau Terpencil

Pulau itu bukan penjara, tetapi tiap orang yang ditempatkan di pulau tersebut harus tinggal di sana.

INTERNASIONAL

Selasa, 04 Des 2018 15:53 WIB

Author

Yogi Ernes

Denmark Akan Isolasi Para Imigran Ilegal  dan WNA Bermasalah di Pulau Terpencil

Ilustrasi Foto: Erik Christensen/Creative Commons

KBR, Jakarta – Denmark berencana mengirimkan para imigran ilegal di wilayah mereka ke sebuah pulau kecil yang sulit dijangkau. Sebagai catatan, pulau tersebut di dalamnya memiliki kandang dan pusat krematorium untuk meneliti penyakit hewan menular.

Untuk menguatkan pesan penolakan mereka kepada para imigran ilegal tersebut, dua kapal feri yang mengantarkan mereka ke pulau terpencil ini diberi nama Virus.

Pada Jumat pekan lalu, pemerintah dan Partai Rakyat Denmark yang berhaluan kanan mengumumkan kesepakatan untuk menampung 1000 oang di Pulau Lindholm. Jumlah tersebut terdiri dari orang-orang asing yang telah dihukum atas tindakan kriminal dan para pencari suaka yang tidak dapat dikembalikan ke negara asalnya.

Kesepakatan itu akan mengalokasikan sekitar $115 juta selama empat tahun. Dana itu digunakan untuk fasilitas imigran di pulau itu yang direncanakan dibuka pada 2021. Menteri Keuangan Denmark, Kristian Jensen yang memimpin negosiasi menjelaskan,  pulau itu bukan penjara, tetapi tiap orang yang ditempatkan di pulau tersebut harus tinggal di sana.

Pulau seluas hampir 7 hektar ini masih masuk dari bagian Laut Baltik. Terletak sekitar 3 kilo meter dari pantai terdekat serta jarang memiliki layanan transportasi laut. Para orang asing yang akan ditempatkan di pulau tersebut akan diminta untuk melapor pada pusat pulau setiap harinya atau menghadapi hukuman penjara jika tidak melakukannya.

“Kami akan meminimalkan jumlah keberangkatan kapal feri ke sana. Bukan hanya itu, kami akan membuatnya semakin rumit dan dikenakan bayaran semahal mungkin,” ujar Martin Henriksen, Juru Bicara Partai Rakyat Denmark kepada TV2 dikutip dari The New York Times (3/12/2018).

Pada sebuah tulisan di laman Facebook pribadi, Inger Stojberg, Menteri Imigrasi Denmark mengatakan jika para imigran ilegal dan orang asing bermasalah tidak diinginkan di Denmark dan akan merasakan akibatnya.

Louise Holk, wakil direktur eksekutif Institut Denmark untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan organisasinya akan mengawasi situasi dengan sangat ketak untuk kemungkinan pelanggaran hak asasi kemanusiaan.

Sama seperti sebagian besar negara Eropa lainnya, Denmark mengalami lonjakan migrasi dari warga Timur Tengah dan Afrika pada tahun 2015 dan 2016. Hal ini mendorong munculnya reaksi populis dan nativis.

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.