Presiden Myanmar Beri Grasi kepada Tahanan Politik

KBR68H, Washington - Presiden reformis Myanmar Thein Sein memberi grasi kepada sejumlah orang yang divonis atau dituduh melakukan beragam pelanggaran politik, tampaknya dalam upaya memenuhi janjinya untuk membebaskan semua tahanan politik sebelum akhir ta

INTERNASIONAL

Selasa, 31 Des 2013 09:09 WIB

Author

Tony Hotland

Presiden Myanmar Beri Grasi kepada Tahanan Politik

grasi, tahanan politik, myanmar

KBR68H, Washington - Presiden reformis Myanmar Thein Sein memberi grasi kepada sejumlah orang yang divonis atau dituduh melakukan beragam pelanggaran politik, tampaknya dalam upaya memenuhi janjinya untuk membebaskan semua tahanan politik sebelum akhir tahun ini.

Tidak jelas berapa banyak tahanan yang diberi grasi oleh Presiden Thein Sein, yang diumumkan lewat televisi pemerintah.

Grasi itu mencakup orang-orang yang divonis atau dituduh memiliki kaitan dengan pihak-pihak pelanggar hukum, pengkhianatan tingkat tinggi, penghinaan terhadap pemerintah dan pelanggaran UU perkumpulan secara damai.

Selain membebaskan orang-orang yang divonis bersalah atas kejahatan semacam itu, dekrit presiden itu juga menangguhkan semua persidangan dan proses penyelidikan yang sedang berlanjut atas tuduhan-tuduhan itu.

Secara teknis, grasi itu mungkin tidak mencakup semua orang yang dinyatakan sebagai tahanan politik karena sebagian dari mereka divonis bersalah melakukan kejahatan lain seperti pembunuhan dan pembelotan.

Sejak Thein Sein menjadi presiden, ia telah membebaskan sekitar 1.300 tahanan politik menurut Ye Aung, bekas tahanan politik dan kini anggota komisi pemerintah urusan tahanan politik.

Thein Sein – mantan jendral yang terpilih menjadi presiden tahun 2011 setelah kekuasaan militer yang menindas selama lima dekade – menerapkan berbagai reformasi politik dan finansial guna membangun ekonomi negara itu yang payah. Myanmar sebelumnya menghadapi banyak sanksi dari negara-negara Barat – sebagian besar telah dicabut – akibat catatan HAM yang buruk dan kekuasaan yang tidak demokratis. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8