Bagikan:

Penerjemah Bahasa Isyarat di Acara Mengenang Mandela Palsu

KBR68H- Penerjemah bahasa isyarat untuk penyandang tuna rungu dalam upacara mengenang bekas Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela dituding palsu.

INTERNASIONAL

Kamis, 12 Des 2013 10:58 WIB

Penerjemah Bahasa Isyarat di Acara Mengenang Mandela Palsu

Nelson Mandela, tuna rungu, penerjemah

KBR68H-  Penerjemah bahasa isyarat untuk penyandang tuna rungu dalam upacara mengenang bekas Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela dituding palsu.  Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyampaikan pidato di samping penerjemah bahasa isyarat selama upacara peringatan untuk mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela di Stadion Soccer City di Johannesburg. Namun sang penerjemah dianggap membingungkan karena memberikan isyarat yang tidak jelas.

Penerjemah yang  tanda pengenal di lehernya itu berhasil lolos dari prosedur keamanan di acara yang dihadiri 91 kepala negara.

Delphin Hlungwane , seorang penerjemah resmi bahasa isyarat di Afrika Selatan, DeafSA, menuding penerjemah palsu.

"Dia pada dasarnya menunjuk. Dia tidak mengikuti aturan tata bahasa dan struktur bahas. Dia bahkan tidak bisa mengucapkan terima kasih dengan bahasa isyarat,"ujar Delphin Hlungwane.

Keluhan juga datang anggota Federasi Tunarungu Sedunia (WDF), Braam Jordaan.

" Struktur tangannya , ekspresi wajah dan gerakan tubuh tidak mengikuti apa yang pembicara katakan. Saya benar-benar marah dan dipermalukan oleh interpreter misteri yang seharusnya menerjemahkan apa yang dikatakan Barack Obama.Dia membuat tanda-tanda sendiri. Apa yang terjadi pada upacara peringatan adalah hal yang benar-benar memalukan untuk dilihat- seharusnya tidak terjadi sama sekali,"jelas Jordaan.

Anggota lain dari komunitas tuna rungu berkicau di Twitter untuk mengekspresikan kemarahan. 

"Penerjemah itu membuat olok-olok profesi kami,"keluh Penerjemah bahasa isyarat Francois Deysel.

Pemerintah Afrika Selatan , yang secara resmi bertanggung jawab atas upacara , mengatakan sedang menyelidiki hal tersebut. Tetapi mereka  mengaku kewalahan dengan pekerjaan mempersiapkan pemakaman Mandela pada hari Minggu. (Mirror) 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Aturan Jilbab Sekolah Negeri, Lampu Kuning Arah Pendidikan

Most Popular / Trending