Paus Fransiskus, Person of The Year 2013 Versi Majalah Time

KBR68H- Majalah Time, menobatkan Paus Fransiskus sebagai Tokoh Tahun 2013 (Person of The Year) mengalahkan pembocor rahasa AS, Edward Snowden dan aktivis hak-hak gay, Edith Windsor.Finalis lainnya termasuk Presiden Suriah Bashar al - Assad dan Senator AS

INTERNASIONAL

Kamis, 12 Des 2013 09:23 WIB

Author

Suryawijayanti

Paus Fransiskus, Person of The Year 2013 Versi Majalah Time

Paus Fransiskus, Person of The Year 2013, Majalah Time

KBR68H- Majalah Time, menobatkan Paus Fransiskus sebagai Tokoh Tahun 2013 (Person of The Year) mengalahkan pembocor rahasa AS, Edward Snowden dan aktivis hak-hak gay, Edith Windsor.Finalis lainnya termasuk Presiden Suriah Bashar al - Assad dan Senator AS Ted Cruz dari Texas.

Ini adalah kali ketiga Majalah Time memilih  Paus sebagai "person of the year". Sebelumnya Time memilih Paus Yohanes Paulus II pada 1994 dan Paus Yohanes XXIII pada 1963.

"Apa yang membuat Paus ini begitu penting adalah kecepatan  menangkap imajinasi jutaan orang yang sudah menyerah berharap pada gereja. Dalam hitungan bulan, Fransiskus telah mengembalikan misi gereja sebagai hamba dan penghibur manusia di dunia  ,"kata Time.

Menanggapi penghargaan tersebut, pihak Vatikan menyambut gembira.

"Ini adalah tanda positif bahwa salah satu pengakuan paling bergengsi oleh media internasional telah diberikan kepada orang yang menyatakan kepada dunia spiritual, agama dan nilai-nilai moral dan berbicara dengan lantang mendukung perdamaian dan keadilan yang lebih besar,"kata Juru Bicara Vatikan, Federico Lombardi.

"Jika hal ini memberi mereka harapan, Paus senang. Jika pilihan ' Person of the Year ' berarti bahwa banyak telah memahami pesan, bahkan secara implisit,dia pasti senang," tambah Lombrdi.

Pada bulan September , mengeluarkan pernyataan yang kontroversial, di mana Vatikan harus menyingkirkan obsesi dengan ajaran-ajaran tentang aborsi, kontrasepsi dan homoseksualitas, dan menjadi lebih berbelas kasih.

Gaya hidup Paus asal Argentina ini juga mengedepankan kesederhanaan. Dia  menolak tinggal di apartemen luas di puncak Istana Apostolik Vatikan dan memilih flat dua kamar berukuran kecil. (Reuters) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Australia Minta Negara-Negara Pengembang Tak Komersialisasikan Vaksin

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18