Bayi Ini Diambil Paksa dari Rahim Ibunya atas Perintah Pengadilan

KBR68H- Seorang Ibu di Italia berupaya memperjuangkan putrinya yang diambil paksa dengan cara operasi caesar. Sang ibu yang dirahasiakan namanya itu mengungkapkan bagaimana seorang hakim Inggris memerintahkan dokter untuk melakukan operasi caesar paksa.

INTERNASIONAL

Rabu, 04 Des 2013 09:21 WIB

Author

Suryawijayanti

Bayi Ini Diambil Paksa dari Rahim Ibunya atas Perintah Pengadilan

bayi, italia, pengadilan, caesar, bipolar

KBR68H- Seorang Ibu di Italia berupaya memperjuangkan putrinya yang diambil paksa dengan cara operasi caesar. Sang ibu yang dirahasiakan namanya itu mengungkapkan bagaimana seorang hakim Inggris memerintahkan dokter untuk melakukan operasi caesar paksa.

Ini bermula, ketika perempuan berusia 35 tahun itu  sedang hamil tua ketika jatuh sakit selama mengikuti kursus pelatihan dua minggu di Inggris. Perempuan itu diketahui mengalami gangguan mental bipolar. Dia kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa di mana direnggut tanpa seijin dirinya.

" Saya dibius dan tertipu, itulah cara mereka mengambil putri saya. Saya ingin dia kembali.  Saya menderita seperti binatang. Saya dibius dan ketika bangun putri saya tidak ada. Petugas pelayanan sosial Inggris mengabaikan saya. Mengapa ? Mengapa tidak ada yang membantu saya ?,"ujar perempuan itu sambil menangis.

Pengadilan Inggris memerintahkan bayi yang ada dalam kandungannya diambil dan diadopsi oleh orang lain. Pengadilan beralasan keputusan itu baik bagi sang anak dan ibu yang kondisinya tak stabil.

"Keamanan jangka panjang dan kesejahteraan anak-anak selalu menjadi prioritas kami . Adopsi tidak jadi pilihan utama sampai kita telah kehabisan semua opsi lain. Tidak masalah jika hakim bisa melihat ibu mencintai anaknya . Jika berdasarkan bukti-bukti, seorang ibu tidak akan bisa membesarkan anak dengan aman, hakim harus mengambil keputusan yang benar-benar sulit tentang apa yang terbaik bagi anak,"demikian pernyataan pengadilan atas gugatan tersebut.

Sang Ibu bersumpah untuk memperjuangkan kembali putrinya dan membawa pulang ke Italia.  Dia memohon untuk bertemu kembali dengan putrinya yang sekarang sudah berusia 15 bulan.

Saya sudah menjadi pengacara selama 20 tahun . Saya  belum pernah melihat kasus seperti ini.   Merebut anak-anak seperti ini membuat Anda berpikir tentang Hitler Youth atau sesuatu yang mungkin terjadi di Korea Utara - bukan negara Eropa Barat yang beradab,"ujar sang pengacara,  Stefano Oliva.

"Klien saya menyadari dia memiliki masalah , tetapi sekarang mendapatkan pengobatan . Dia melakukan lebih baik , dia memiliki pekerjaan dan telah terbukti dapat dipercaya,"tambahnya. (Mirror) 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada