Amnesti: Tahanan Politik di Cina Tidak Diberi Makan

KBR68H, Washington - Awal tahun ini, pemerintah Cina mengumumkan akan menutup kamp-kamp kerja paksa di negara itu membatalkan UU yang sudah berlaku 50 tahun lebih.

INTERNASIONAL

Rabu, 18 Des 2013 08:35 WIB

Author

Yoni Puspadi

Amnesti: Tahanan Politik di Cina Tidak Diberi Makan

amnesti internasional, tahanan politik, cina

KBR68H, Washington - Awal tahun ini, pemerintah Cina mengumumkan akan menutup kamp-kamp kerja paksa di negara itu membatalkan UU yang sudah berlaku 50 tahun lebih. Meski demikian organisasi Amnesty Internasional menuduh sistim kamp kerja paksa itu telah diganti dengan pusat-pusat penahanan yang terus memenjarakan para pembangkang politik dan keagamaan.

Amnesty International melaporkan pihak berwenang terus membungkam sejumlah aktivis, pembangkang politik dan anggota kelompok Falun Gong di penjara-penjara rahasia dan pusat-pusat rehabilitasi narkoba.

Orang-orang yang dikirim ke kamp-kamp itu makin banyak yang dikirim ke penjara-penjara rahasia, atau tempat-tempat tahanan yang tidak resmi,” kata Roseann Rife, Direktur Riset Asia Timur, Amnesty International.

Kementerian Luar Negeri Cina menyangkal tuduhan itu dan mempertanyakan keabsahan laporan-laporan Amnesty International tadi.

Ketika ditanya mengenai pernyataan pers Amnesty International itu, juru bicara Hua Chunying mengatakan organisasi itu selalu berprasangka buruk terhadap Cina dan membuat komentar-komentar yang tidak bertanggung jawab.

Indoktrinasi Cina lewat UU kerja paksa dilaksanakan sejak tahun 1957 dan Cina mengatakan punya 250 kamp kerja paksa di seluruh negeri dengan jumlah tahanan mencapai 160 ribu orang. Bulan lalu Cina berjanji menutup kamp-kamp itu sebagai bagian dari rangkaian reformasi yang diumumkan pada akhir sidang Dewan Rakyat sepuluh tahunan Cina.

Meski demikian Amnesty International mewawancarai 60 lebih bekas tahanan, keluarga dan pengacara mereka dan menyimpulkan bahwa sebagian kamp-kamp itu hanya berubah nama. Para periset mengatakan banyak kamp berubah menjadi  pusat-pusat rehabilitasi narkoba dimana para pemakai obat-obat terlarang dipaksa untuk melakukan kerja pabrik. Laporan-laporan Amnesty juga mencatat peningkatan jumlah orang yang dikatakan gila dan ditahan secara tidak sah di RS-RS Jiwa.

Dalam beberapa tahun terakhir para tahanan menyebut perlakukan sewenang-wenang di kamp-kamp kerja paksa Cina termasuk penyiksaan dengan tongkat listrik, tidak diberi makan dan disuntik paksa dengan obat-obat yang tidak diketahui. Roseann Rife mengatakan penyiksaan berlanjut di tempat-tempat penahanan rahasia lainnya.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8