Demonstran Mundur dari Istana Kepresidenan Mesir

KBR68H, Washington - Kebuntuan antara para penentang dan pendukung Presiden Mesir Mohamed Morsi tampaknya mulai mereda.

INTERNASIONAL

Jumat, 07 Des 2012 09:24 WIB

Author

Zulfian Bakar

demonstran, mesir

KBR68H, Washington - Kebuntuan antara para penentang dan pendukung Presiden Mesir Mohamed Morsi tampaknya mulai mereda.

Kepala Biro VOA di Cairo Elizabeth Arrott mengatakan, pendukung Ikhwanul Muslimin telah mundur dari istana kepresidenan selagi rakyat menunggu Morsi berpidato kepada bangsanya.

Demonstran yang kecewa dengan Morsi juga telah meninggalkan daerah itu, meskipun sebagian tetap bertahan. Militer Mesir telah mengirim tank-tank ke daerah itu untuk memisahkan kedua pihak, dan memberi waktu kepada kedua pihak sampai pukul 3:00 sore untuk mengosongkan daerah sekitar istana.

Arrot mengatakan, pemandangannya sekarang jauh berbeda dibandingkan dengan 24 jam sebelumnya. Lima orang tewas dan lebih dari 350 cedera dalam kekerasan di Cairo itu.

Omar Ashour, pengajar ilmu politik di University of Exeter di Inggris, mengatakan sulit untuk mengakhiri protes rakyat, karena kaum oposisi terdiri dari beragam kelompok yang masing-masing memiliki tujuan berbeda:

“Pihak oposisi tidak dari satu kesatuan. Mereka memiliki tujuan yang sangat berbeda. Ada yang ingin menggulingkan rezim sekarang ini, ada yang ingin mengembalikan rezim sebelumnya ke tampuk kekuasaan, ada yang berkepentingan pada konstitusi, ada yang berkepentingan pada deklarasi konstitusi. Jadi tidak benar-benar berada di bawah satu komando. Apapun tindakan yang diambil Morsi, akan selalu ada oposisi di jalan.”kata Omar.

Kekerasan itu dimulai hari Rabu ketika kelompok Islamis pendukung Morsi menyerang demonstran oposisi yang marah karena dekrit presiden yang dikeluarkan bulan lalu.  Mandat itu memberi Morsi kekuasaan sangat besar yang menempatkan dirinya di atas lembaga yudikatif. (VOA)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kontras Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua