Zamrud Langka 5.655 Karat Ditemukan di Zambia

Pemasok batu permata dari Inggris, Gemfields menemukan sebuah zamrud 5.655 karat seberat 1,1 kilogram.

BERITA , INTERNASIONAL

Kamis, 01 Nov 2018 14:23 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Zamrud Langka 5.655 Karat Ditemukan di Zambia

Pemasok batu permata dari Inggris, Gemfields telah menemukan sebuah zambrut 5.655 karat seberat 1,1 kilogram.

KBR - Pemasok batu permata dari Inggris, Gemfields menemukan sebuah zamrud 5.655 karat seberat 1,1 kilogram. "Zamrud itu memiliki kejernihan luar biasa dan rona hijau keemasan yang seimbang sempurna," jelas Gemfield, dikutip dari Channel News Asia

Zamrud tersebut ditemukan di tambang terbesar di dunia, Kagem di mana 75 persen dimiliki Gemfields dan 25 persen sisanya dimiliki oleh Perusahaan Pengembangan Industri pemerintah Zambia. Nama zamrud itu Inkalamu, yang berarti singa dan dalam bahasa lokal berarti Bemba.

"Penamaan zamrud yang belum dipotong adalah tradisi yang diperuntukkan bagi permata paling langka dan paling luar biasa," kata Gemfield.

Gemfield mengatakan meski tidak ada catatan resmi namun diperkirakan terdapat 24 batu permata telah diberi nama dengan mayoritas berkadar kurang dari 1000 karat. Zamrud Inkalamu bakal dilelang di Singapura pada November mendatang.

Berbeda dengan industri berlian, harga zamrud seperti Inkalamu sangat sulit diprediksi.

"Kami berharap sejumlah besar, potongan tipis berkualitas baik untuk ditanggung dari kristal Inkalamu," jelas Adrian Banks selaku Direktur Pelaksana Gemfields untuk produk dan penjualan.

Setelah zamrud dipotong, Banks berharap batu berharga itu akan menjadi kristal Inkalamu berbentuk permata yang lebih kecil maupun seperti manik-manik yang kecil.

"Mengingat zamrud ini adalah penemuan yang langka, itu juga dapat dibayangkan bahwa pembeli akan memilih untuk membelinya sebagai investasi," tambah Banks.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak