Sebulan Berlalu, di Mana Jasad Khashoggi?

Pekan demi pekan berlalu, kecaman internasional terus dialamatkan ke Saudi untuk menuntut jawaban atas kematian Khashoggi. Tapi sebulan lewat, keberadaan jasad sang jurnalis masih jadi misteri.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 02 Nov 2018 13:26 WIB

Author

Tyas Sukma Amalia

Sebulan Berlalu, di Mana Jasad Khashoggi?

Setelah berminggu-minggu desas-desus mengerikan, jaksa kepala Turki telah mengkonfirmasi bahwa wartawan Jamal Khashoggi dicekik dan dipotong-potong segera setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul satu bulan yang lalu. AFP / Yasin AKGUL

KBR - Pekan demi pekan berlalu, pelbagai rumor seputar keberadaan jasad jurnalis Jamal Khashoggi menghiasi pemberitaan dunia.

Dalam laporan terbaru, Kepala Kejaksaan Turki mengonfirmasi pria tersebut dicekik dan dimutilasi segera setelah memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada, Selasa (2/10/2018) awal bulan lalu. Insiden tragis itu mengundang kecaman dari dunia internasional kepada Saudi.

Kendati begitu, hingga kini, lokasi jenazah Khashoggi masih menjadi misteri. Berikut beberapa teori tentang kemungkinan nasib jasad Khashoggi, seperti dilansir dari AFP:

Dihancurkan

Setelah awalnya berkeras mengklaim Khashoggi meninggalkan konsulat tanpa luka-luka, kemudian mengakui bahwa sang jurnalis tewas dalam perkelahian, pemerintah Saudi lantas membenarkan Khasoggi dibunuh dalam "operasi jahat".

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, ada sebuah tim terdiri dari 15 orang datang dari Riyadh untuk mengeksekusi serangan yang direncanakan sebelumnya. Kantor jaksa Turki mengungkap pada Rabu (31/10/2018), setelah Khashoggi masuk ke konsulat, dia langsung dicekik dan tubuhnya dipotong-potong, kemudian dihancurkan.

Tidak perlu dikubur

Setelah mengeluarkan pernyataan, pejabat Turki mengatakan kepada Washington Post, otoritas negara itu sedang menyelidiki teori tubuh Khashoggi dilenyapkan menggunakan asam, di konsulat atau di kediaman konsul Saudi. Pejabat tersebut menyatakan, bukti biologis yang ditemukan di kebun konsulat mengindikasikan tubuh Khashoggi dimusnahkan di dekat lokasi eksekusi.

"Jasad Khashoggi tidak perlu dimakamkan," kata pejabat anonim.


Konspirator Lokal

Laporan media pro-pemerintah Turki menyebut beberapa orang mengklaim jasad Khashoggi dipindahkan dari tempat kejadian, sementara yang lain menyebut potongan-potongan tubuh Khashoggi dibawa dalam beberapa tas.

Ada juga laporan dengan mengutip pejabat Saudi secara anonim, tim menyerahkan mayat ke konspirator lokal untuk membuangnya. Sementara Erdogan berulang kali meminta Saudi untuk mengidentifikasi siapa konspirator tersebut.


Hutan dan Sumur

Polisi Turki awalnya mencari keberadaan jasad Khashoggi di konsulat dan kediaman Konsul Jenderal Saudi. Kemudian, perburuan bukti berlanjut ke hutan yang luas di pinggrian Istanbul. Tim itu juga menginvestigasi mobil milik konsul Saudi yang ditinggalkan di parkir bawah tanah di Istanbul.

Otoritas Saudi menolak permintaaan polisi Turki untuk melihat sumur di kebun konsulat. Namun, kemudian diizinkan mengambil sampel air untuk dianalisis. Penyelidik Turki juga menggunakan alat robot untuk menginspeksi selokan air konsulat.


Kami Tidak Tahu di Mana Tubuhnya

Otoritas Arab Saudi bergeming soal lokasi jenazah Khashoggi, meski Turki dan masyarakat internasional menuntut jawaban.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada Minggu (21/10/2018) pertengahan bulan lalu, kesalahan besar telah dibuat dan mereka yang bertanggung jawab akan dihukum, dengan 18 tersangka telah ditangkap di Riyadh.

"Kami tidak tahu di mana mayat itu berada," katanya.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas