Picu Keracunan, Perancis Larang Penggunaan Pestisida Berbahan Ini

Badan Makanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (Anses) Perancis melarang produk yang mengandung metam sodium, bahan yang banyak digunakan untuk pestisida.

BERITA | INTERNASIONAL

Selasa, 06 Nov 2018 18:27 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Picu Keracunan, Perancis Larang Penggunaan Pestisida Berbahan Ini

Seorang petani memeriksa tomat di Verger de la Chebuette di Saint Julien de Concelles dekat Nantes, Perancis barat, 4 Agustus 2009. (Foto: REUTERS / Stephane Mahe / File photo)

KBR - Badan Makanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (Anses) Perancis melarang produk yang mengandung metam sodium--bahan yang banyak digunakan untuk pestisida.

Larangan itu menyusul keracunan pernapasan yang dialami beberapa petani usai menggunakan produk berbasis metam sodium. Pemerintah untuk sementara melarang penggunaan pestisida dnegan kandungan metam sodium. Anses menyatakan, unsur kimia itu bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan. 

"Setelah pengkajian ulang, Anses menyimpulkan bahwa semua penggunaan mewakili risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Anses baru saja memberi tahu produsen tentang niatnya untuk menarik otorisasi pemasaran untuk semua produk metam sodium," kata pengawas dilansir dari Reuters, Selasa (6/11/2018).

Pejabat merujuk pada empat kasus keracunan yang terkait metam sodium di departemen Maine-et-Loire dan Finistere. Tetapi media lokal melaporkan terdapat 70 kasus.

Namun kebijakan itu dikecam Serikat peternakan terbesar di Perancis, FNSEA. "Keputusan untuk melarang metam sodium diambil bahkan sebelum mencari alternatif untuk menggantikannya, meninggalkan petani tanpa solusi," kata ketua FNSEA Christiane Lambert melalui Twitter.

Hampir 700 ton metam sodium digunakan setiap tahun di Perancis untuk melawan jamur dan cacing, terutama pada tanaman seperti jagung dan tomat.

Anses mengatakan, meskipun diterapkan pada area kecil di ladang atau rumah kaca, produk ini perlu digunakan dalam jumlah besar agar efisien, dengan dosis yang digunakan antara 300 dan 1.200 liter per hektare.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN