Ini Sebab Mantan Konsultan Kampanye Donald Trump Mendekam di Penjara

Kasus ini semakin menguatkan jika Rusia berperan penting dalam kemenangan Trump di pemilihan Presiden Amerika 2016 lalu

INTERNASIONAL

Selasa, 27 Nov 2018 09:13 WIB

Author

Yogi Ernes

Ini Sebab Mantan Konsultan Kampanye Donald Trump Mendekam di Penjara

Foto: AFP

KBR, Jakarta – George Papadapoulos (31), mantan penasehat kebijakan kampanye luar negeri Donald Trump mulai jalani hukuman penjara setelah hakim menolak penangguhan penahanannya. Menurut Biro Penjara Federal, Papadopoulos tiba di sebuah kamp keamanan minimum di Oxford, Wisconsin pada hari Senin (26/11/2018) lalu.

Papadopoulos dijatuhi hukuman pada September 2018, setelah terbukti berbohong kepada FBI tentang hubungannya dengan perantara Rusia selama kampanye Presiden Amerika tahun 2016.

Menurut surat dakwaan yang dikeluarkan pertengahan tahun ini, intelijen Rusia disebut telah mencuri surat elektronik dari kampanye Hillary Clinton dan sejumlah kelompok Demokrat lainnya pada April 2016.

Dilansir dari Time (27/11/2018) saat itu secara bersamaan Papadopoulos mendapat bocoran dari seorang profesor bahwa pejabat Rusia mengatakan kepadanya jika mereka memiliki sejumlah “kotoran” pada Clinton dalam bentuk ribuan email.

Bekerjasama dengan Joseph Mifsud dan warga negara Rusia lainnya, Papadopoulos berkontribusi dalam melakukan perantara atas pertemuan Donald Trump dan Preside Rusia, Vladimir Putin kala itu.

Papadopoulos telah mengakui jika tahun lalu ia berbohong kepada FBI tentang kontak dengan Rusia dan perantara Rusia. Namun, Papadopoulos merasa jika dirinya dijebak oleh pemerintah Amerika. Atas dasar itu, ia menawarkan untuk memberi kesaksian di hadapan Komite Intelijen Senat yang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Lewat akun media sosial Twitter miliknya, Papadopoulos meluapkan kekesalannya pada pemerintahan Amerika.

“Kebenaran semuanya akan muncul. Bahkan hukuman penjara tidak dapat menghentikan momentum itu. Berharap untuk segera memberikan kesaksian kepada publik,” Papadopoulos melakukan cuitan pada hari Minggu dikutip dari Time.

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK akan Mati Suri, Jokowi Didesak Keluarkan Perpu